Sebelumnya saya ingin megucapkan terima kasih kepada Bu Dina selaku pembimbing mata kuliah Paedagogi, yang telah dengan sabar membimbng kami hingga bisa memahami apa itu Paedagogi. Mata kuliah Paedagogi ini cukup berkesan bagi saya karena melalui mata kuliah ini saya langsung berinteraksi dengan banyak anak-anak TK dan mengajar mereka. Selain itu, melalui proses micro teaching saya juga belajar banyak bagaimana menjadi seorang pengajar yang baik, dan juga bagaimana seorang pengajar harus menyusun bahan yang akan diajarkan dengan baik. Selain itu, mata kuliah ini juga cukup unik, seperti mata kuliah psikologi pendidikan, karena lebih banyak menggunakan media internet.
ψ VF's Diary ψ
psycho~holic ψ diary about my life, my journey and psychology
Quotes of the day
"kebahagian tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh"--Mohandas Gandhi
"Do what you love, Love what you do, and make what you do for the good of the many, for the happines for the many,..."
"Lima tahun dari sekarang anda akan tetap sama seperti hari ini, kecuali 2 hal : buku yang Anda baca dan orang-orang disekitar Anda " --Charles Jones
Jumat, 22 Juni 2012
Senin, 18 Juni 2012
Kamis, 17 Mei 2012
Review Presentasi Micro Teaching
Kelompok 4
Koordinator : Johan Wibawa (101301042)
Anggota : Dwika Septian Ihsan (091301013)
Vivian Felicia (101301043)
Senin, 30 April 2012
LAPORAN PELAKSANAAN MICRO TEACHING
Kelompok 4
Koordinator : Johan Wibawa (101301042)
Anggota : Dwika Septian Ihsan (091301013)
Rizqi Chairiyah (101301007)
Vivian Felicia (101301043)
Zukhrini Khalish N (101301053)
Dealovalia Hasibuan (101301074)
Putra Pratama (101301100)
Sekolah : TK DHARMA PANCASILA
Jumlah Murid : 11 Orang
Usia Murid : Rata-rata 5 Tahun
Tema Pengajaran : Go Green
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami bahwa barang-barang bekas dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, dan siswa memiliki kesadaran akan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.
Alokasi Waktu : 60 menit
I. Pendahuluan
Pada zaman sekarang ini, banyak orang kurang peduli terhadap lingkungannya. Mereka terbiasa membuang barang sekali pakai, contohnya setelah mengkonsumsi makanan ringan, kemasan pembungkusnya langsung dibuang begitu saja. Bila terus dibiarkan hal ini akan menjadi pencemaran lingkungan yang berdampak negatif terhadap diri mereka. Limbah dari bahan plastik merupakan limbah yang paling berbahaya, karena sulit dihancurkan dalam waktu singkat, jika ditanam akan sulit melebur, sedangkan jika dibakar akan menghasilkan senyawa karbon monoksida, serta partikel dioksin dan klorin yang sangat berbahaya. Selain plastik, banyak juga limbah yang mencemari lingkungan dan sulit diuraikan oleh bakteri, seperti kertas, kaleng bekas, logam, stearofoam dan sebagainya.
Mengingat banyaknya barang bekas yang sudah tidak terpakai dan hanya menjadi sampah, membuat kami tertarik untuk membahas topik ini. Selain mengurangi sampah, juga bisa menghasilkan barang yang berguna serta bernilai seni dan ekonomi. Memanfaatkan barang bekas, bukan hanya tugas orang dewasa, tetapi juga harus mulai diajarkan sejak dini. Anak – anak perlu memahami pentingnya menjaga lingkungan.
Dari latar belakang tersebut, kami merasa pelu membantu adik – adik usia dini untuk sama – sam`a menjaga lingkungan. Kegiatan Micro Teaching yang bertemakan “Go Green” dengan berfokus kepada pemanfaatan barang bekas yang akan dilaksanakan di Taman Kanak – Kanak Dharma Pancasila, Medan, diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga lingkungan.
II. Landasan Teori
Banyak orang yang mengatakan mengajar adalah ilmu, dimana kegiatan mengajar harus bebasis dan dipandu oleh ilmu. Konsep ini menekankan pada aspek ilmiah dalam kegiatan pengajaran dan berfokus pada cara-cara melakukan sistematisasi komunikasi antara guru dan siswa. Konsep ini percaya bahwa adalah mungkin untuk secara sistematis memilih bahan, mengatur interaksi guru dengan siswa, interaksi antar sesama siswa, dan menentukan bahan-bahan yang harus dipelajari oleh siswa, sehingga mengurangi kemungkinan kegiatan pembelajaran terjadi secara kebetulan.
Banyak orang juga percaya mengajar adalah seni. Konsep ini memposisikan mengajar sebagai aktivitas “ilmiah” memang dapat diformalkan, namun jika dipaksakan, akan terjadi birokratisasi dan pemaksaan aktivitas belajar. Penganut konsep ini berpendapat bahwa mengajar sebenarnya merupakan intuisi, improvisasi, dan ekspesi.
Guru harus mampu melakukan dan menangani proses kreatif secara tidak terduga di dalam kelas. Dalam kegiatan mengajar, tidak ada resep gagal-aman secara rutinitas. Aktivitas yang paling penting dari kegiatan mengajar adalah mengelola peristiwa-peristiwa yang terjadi selama proses pembelajaran itu.
Intinya, setiap guru harus siap menerima semua perilaku anak-anak dalam kelas, karena anak-anak pada umumnya berperilaku secara spontan.
III. Tujuan Pembelajaran
1. Memiliki kesadaran untuk menjaga keindahan lingkungan (Bumi) dengan membuang sampah pada tempatnya
2. Memahami bahwa barang-barang bekas (sampah) dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna
3. Meningkatkan kreativitas
4. Mengetahui manfaat menabung
5. Memiliki kebiasaan menabung sejak dini
IV. Metode Pembelajaran
1. Workshop
Guru-guru berhadapan langsung dengan murid dan mengajari mereka langkah-langkah membuat celengan.
2. Diskusi
Sebelum, selama, dan setelah proses workshop, guru-guru terus mengajak siswa-siswinya untuk berdiskusi mengenai manfaat celengan, manfaat membuang sampah pada tempatnya, dan manfaat mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang berguna.
V. Alat dan Bahan Pembelajaran
1. 12 buah botol bekas
2. Kertas-kertas bekas (Majalah, Brosur, Kalender, HVS)
3. Gunting
4. Lem
5. Koin-koin
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
No.
|
Langkah-langkah
|
Kegiatan
|
Waktu
| ||
Guru
|
Siswa
| ||||
1.
|
Pendahuluan
|
Perkenalan Diri
|
Memperhatikan Guru dengan Aktif
|
09.00 – 09.10
| |
Membimbing siswa untuk memperkenalkan diri
|
Perkenalan Diri
| ||||
Menjelaskan apa yang akan diajarkan
|
Memperhatikan Guru dengan Aktif
| ||||
2.
|
Inti
|
Mengajarkan langkah-langkah pembuatan celengan dari botol bekas
|
Berpartisipasi secara aktif serta berkreasi sesuka hati dalam proses pembuatan celengan
|
09.10 – 10.00
| |
3.
|
Penutup
|
-
|
Istirahat makan siang (kegiatan rutin sekolah)
|
10.00 – 10.15
| |
Menjelaskan kembali manfaat-manfaat membuang sampah pada tempatnya, dan manfaat celengan
|
Memperhatikan Guru dengan Aktif
|
10.15 – 10.30
| |||
Foto Bersama
| |||||
Membagikan Reward
|
Berbaris untuk Menerima Reward
| ||||
VII. Video Dokumentasi
Kamis, 12 April 2012
Testimoni UTS
Menurut saya, ini kali ini sangat menarik, karena tidak seperti ujian yang lain dimana kita harus menghapal bahan-bahan yang tebalnya melebihi bantal. Ujian ini pun lebih menggali cara berpikir kita supaya lebih kritis dan tidak hanya menghapal teori saja, serta lebih kepada pengaplikasian dan penalaran kita sebagai mahasiswa.
Menurut saya juga, cara ujian seperti ini juga menekankan pada student centered. Pendekatan yang student centered adalah suatu
kegiatan belajar di mana terjadi interaksi dinamis antara guru dan anak atau
antara anak dengan anak lainnya. Pendekatan berpusat pada anak ini menekankan pada anak-anak yang menggali pengetahuannya sendiri. Begitu pula dengan metode ujian ini. Dalam soal-soal ujiannya saja membuat kita memikirkan dan menggali informasi lebih mendalam tentang apa yang sudah kita pelajari dan kita ketahui. Kita berusaha menjawab pertanyaan sambil berpikir kritis dan mencari-cari referensi dari pemikiran kita. Misalnya saja, ada soal yang meminta jelas pendapat anda berdasarkan teori. Hal ini juga membuat kita tidak asal menjawab suatu pertanyaan, tapi harus memperhatikan keakuratan dan kekritisan jawaban kita dan mencari teori-teori yang bisa mendukung.
Begitulah ujian online pertama ini.. Cukup mengesankan dan membuat kita tidak perlu kerepotan menghapal bahan-bahan pelajaran, tapi cukup dengan memahami saja apa yang kita pelajari, maka kita bisa menjawab soal-soal tersebut.
Selasa, 10 April 2012
Action Plan
Kelompok 4
Koordinator : Johan Wibawa
(101301042)
Anggota : Dwika Septian Ihsan (091301013)
Rizqy Chairiyah (101301007)
Vivian Felicia (101301043)
Zukhrini Khalish N (101301053)
Dealovalia Hasibuan (101301074)
Putra Pratama (101301100)
Tema : Go Green
Topik : Memanfaatkan Barang Bekas
Perencanaan
A.
Pendahuluan
Pada zaman sekarang ini, banyak orang
kurang peduli terhadap lingkungannya. Mereka terbiasa membuang barang sekali pakai,
contohnya setelah mengkonsumsi makanan ringan, kemasan pembungkusnya langsung
dibuang begitu saja. Bila terus dibiarkan hal ini akan menjadi pencemaran
lingkungan yang berdampak negatif terhadap diri mereka. Limbah dari bahan
plastik merupakan limbah yang paling berbahaya, karena sulit dihancurkan dalam
waktu singkat, jika ditanam akan sulit melebur, sedangkan jika dibakar akan menghasilkan senyawa (X) yang
sangat berbahaya. Selain plastik, banyak juga limbah yang mencemari lingkungan
dan sulit diuraikan oleh bakteri, seperti kertas, kaleng bekas, logam, stearofoam dan sebagainya.
Mengingat banyaknya barang bekas yang sudah tidak terpakai
dan hanya menjadi sampah, membuat kami tertarik untuk membahas topik ini. Selain
mengurangi sampah, juga bisa menghasilkan barang yang berguna serta bernilai
seni dan ekonomi. Memanfaatkan barang bekas, bukan hanya tugas orang dewasa,
tetapi juga harus mulai diajarkan sejak dini. Anak – anak perlu memahami
pentingnya menjaga lingkungan.
Dari latar belakang tersebut, kami merasa pelu membantu
adik – adik usia dini untuk sama – sam`a menjaga lingkungan. Kegiatan Micro Teaching yang bertemakan “Go Green” dengan berfokus kepada pemanfaatan barang bekas yang akan
dilaksanakan di Taman Kanak – Kanak Dharma Pancasila, Medan, diharapkan mampu
memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga
lingkungan.
Langganan:
Komentar (Atom)
