Berdasarkan panduan dari buku
pegangan mata kuliah paedagogi, dikatakan bahwa konsep dalam paedagogi
tradisional adalah tentang bagaimana cara seorang guru mengajar atau seni
mengajar. Namun, belakangan ini, istilah paedagogi telah lebih luas cakupannya,
seperti merujuk pada strategi pembelajaran.
Jika pandangan tradisional lebih
memposisikan paedagogi sebagai seni mengajar, maka berbeda dengan paedagogi
sekarang. Sekarang ini, ilmu paedagogi lebih diposisikan antara paedagogi
sebagai ilmu dan paedagogi secara seni. Selain itu, ilmu paedagogi pada zaman
sekarang juga berkaitan erat dengan 4 hal berikut, yaitu:
a. Pengajaran,
yaitu teknik atau metode kerja guru dalam mentransformasikan konten/isi
pengetahuan, merangsang, mengawasi, dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil. Dalam hal ini juga membantu siswa
merevisi dan meningkatkan kualitas pemahaman dan pemikiran mereka.
b. Belajar,
yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan
meningkatkan pengetahuan serta pemikiran. Belajar seumur hidup juga merupakan
suatu hal yang berlaku kontinum untuk guru.
c. Hubungan
mengajar dengan belajar dengan segala faktor lain yang mendorong minat
paedagogi, misalnya saja siswa melakukan penelitian sederhana. Hubungan itu
bisa bermakna siswa dibimbing oleh guru atau kegiatan belajar yang berpusat
pada siswa, dan tetap dibawah bimbingan guru.
d. Hubungan
mengajar dan belajar berkaitan dengan semua pengaturan dan pada segala tahapan
usia, yaitu sebagaimana yang dikembangkan dalam pendidikan formal dan nonformal.
Maka berdasarkan hal-hal diatas,
menurut saya paedagogi modern adalah suatu pendekatan paedagogi yang sudah
lebih efektif dengan menggabungkan seni mengajar dan strategi pembelajaran
tersebut. Paedagogi modern memperhatikan aspek guru dan siswa, serta
meningkatkan kepercayaan masyarakat akan kualitas belajar mengajar disekolah.
Berkaitan dengan paedagogi modern
dengan proses pembelajaran dalam kelas paedagogi, menurut saya, sistem
perkuliahan sudah menerapkan aspek-aspek dari paedagogi modern.
Yang pertama saja, strategi
pembelajaran dikelas sudah bervariasi, mulai dari pertemuan tatap muka hingga
dengan kuliah online. Dosen pengampu menerapkan strategi belajar berdasarkan
kemampuan siswa dan kemampuannya juga. Dalam hal pengajaran, teknik yang digunakan
misalnya saja dengan kuliah online dan meminta mahasiswa mengeksplorasi
pembelajarannya sendiri, telah membantu siswa memperluas dan meningkatkan
pemahaman kita mengenai hal-hal yang diajarkan. Hal ini karena, banyak hal yang
digali dan mahasiswa tidak berpatokan pada ilmu dari dosen atau buku saja. Begitu
pula dalam hal belajar, melalui kuliah online juga mahasiswa mengembangkan
kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuannya. Mahasiswa
bisa mengakses semua pengetahuan yang ada di internet juga.
Berkaitan dengan hal yang ketiga
dan keempat, hal ini jelas sudah diterapkan dalam kelas paedagogi. Salah satu
materi pembelajaran kita adalah micro teaching. Dimana kami langsung turun ke
lapangan dan mempraktekkan langsung ilmu yang kita dapatkan dikelas serta
nantinya bisa membuat kita lebih memahami bagaimana cara-cara pengajaran yang
baik serta menuntun kita menyelesaikan problem yang mungkin muncul dalam
pengajaran. Dalam mata kuliah paedagogi ini, selain kita diajar, kita juga belajar
mengajar. Kesimpulan saya, dalam mata kuliah paedagogi telah menerapkan
pandangan paedagogi modern.
Jawababn Soal Kedua
Kegiatan Micro Teaching kelompok kami bertemakan “Go Green” dengan berfokus kepada pemanfaatan barang bekas yang akan
dilaksanakan di Taman Kanak – Kanak Dharma Pancasila, Medan. Jadi kami akan
mengajarkan prakarya dengan memanfaatkan barang-barang bekas kepada anak-anak.
Dengan tema ini, diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini
tentang pentingnya menjaga lingkungan. Konsep micro teaching ini nantinya akan direlialisasikan
seperti berikut ini: Diawali dengan perkenalan dan pembagian kelompok yang
terdiri dari 3 orang anggota pada setiap kelompok. Kemudian dilanjutkan dengan
pemberian instruksi tentang cara pengerjaan prakarya. Setelah itu, anak-anak TK
mulai mengerjakan prakarya dengan dibantu oleh satu orang pengajar disetiap
kelompok. Setelah kegiatan mengerjakan prakarya selesai, akan dilanjutkan
dengan games kecil-kecilan yang menggunakan barang-barang bekas juga.
Dalam pengajaran itu nantinya,
kelompok kami akan menerapkan konsep mengajar adalah ilmu dan seni.
Banyak orang yang mengatakan
mengajar adalah ilmu, dimana kegiatan mengajar harus bebasis dan dipandu oleh
ilmu. Konsep ini menekankan pada aspek ilmiah dalam kegiatan pengajaran dan
berfokus pada cara-cara melakukan sistematisasi komunikasi antara guru dan
siswa. Konsep ini percaya bahwa adalah mungkin untuk secara sistematis memilih
bahan, mengatur interaksi guru dengan siswa, interaksi antar sesama siswa, dan
menentukan bahan-bahan yang harus dipelajari oleh siswa, sehingga mengurangi
kemungkinan kegiatan pembelajaran terjadi secara kebetulan. Berdasarkan teori
konsep ini, maka kelompok kami nantinya akan menerapkan hal yang sama. Pertama
kami akan berfokus pada bagaimana cara menyampaikan materi go green tersebut. Tentu
saja bahasa yang akan kami gunakan nanti adalah bahasa yang bisa dimengerti
oleh anak TK. Selain itu, tentu saja bahan-bahan bekas yang akan kami jadikan
prakarya tersebut kami yang menyediakannya, sehingga sama dengan konsep tadi,
pembelajaran disini tidak terjadi secara kebetulan.
Banyak orang juga percaya
mengajar adalah seni. Konsep ini memposisikan mengajar sebagai aktivitas
“ilmiah” memang dapat diformalkan, namun jika dipaksakan, akan terjadi
birokratisasi dan pemaksaan aktivitas belajar. Penganut konsep ini berpendapat
bahwa mengajar sebenarnya merupakan intuisi, improvisasi, dan ekspesi.
Berdasarkan konsep ini maka dalam kegiatan belajar mengajar kami juga akan
menggunakan intuisi, improvisasi dan ekspresi kami. Dimana, kami akan
memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika pengajaran yang kami
rencanakan tidak berjalan sesuai rencana. Kami juga akan mengekspresikan
mengenai bagaimana cara kita belajar menjaga lingkungan dengan menggunakan
barang-barang bekas ini kepada anak-anak sebisa mungkin.
Maka dalam pengajaran nantinya,
kami harus mampu melakukan dan menangani proses kreatif secara tidak terduga di
dalam kelas. Sesuai dengan teori ini, dalam kegiatan mengajar, tidak ada kata
gagal-aman secara rutinitas. Aktivitas yang paling penting dari kegiatan
mengajar ini adalah mengelola peristiwa-peristiwa yang terjadi selama proses
pembelajaran itu. Jadi, sebagai pengajar nantinya, kami harus siap menerima
semua perilaku anak-anak dalam kelas, karena anak-anak pada umumnya berperilaku
secara spontan.
Jawababn Soal Ketiga
Jawababn Soal Ketiga
Dalam kalimat, "Dengan tema ini, diharapkan mampu
memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga
lingkungan", saya mengambil relevansi ke teori paedagogi “menginspirasi
siswa” dan pendekatan teori behavioristik. Dari teori behavioristik, dikatakan
bahwa perilaku seseorang terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan
(lingkungan disini bukanlah lingkungan fisik, tetapi seperti keluarga, teman, guru,
dsb). Misalnya saja, jika ada seorang anak yang suka menangis, perilakunya
tersebut terjadi karena pengaruh lingkungannya atau orang-orang disekitarnya,
bukan karena trait atau sifatnya yang menetap. Bisa saja dia menangis karena
jatuh dan sakit, atau bisa karena diabaikan oleh orang-orang sekitarnya.
Bagaimana lingkungannya memperlakukan dia, maka begitulah perilakunya. Jadi
dalam hal ini, kami memberikan pengajaran mengenai prakarya dari barang-barang
bekas, dengan memberikan contoh perilaku kepada mereka. Menunjukkan dan
mempengaruhi mereka untuk berperilaku demikian juga. Misalnya saja, kami
membawa botol-botol bekas dan menunjukkan kegunaan botol-botol tersebut pada
mereka, dan karena mereka telah mendapat contoh perilaku dari kami, ada
kemungkinan mereka akan mengikutinya dikemudian hari. Bisa saja jika mereka
melihat botol, mereka akan mengumpulkannya juga dan memanfaatkannya. Perilaku mereka
ini nantinya juga bisa dikatakan sebagai modeling. Jadi melalui cara modeling inilah,
kami mengajarkan mereka untuk berperilaku menjaga lingkungan. Perlu diingat,
anak-anak juga senang mencontoh perilaku orang lain. Oleh karena itu, kami akan
berusaha sebisa mungkin agar mereka mau mencontoh perilaku kita, misalnya
dengan mengatakan, “dengan mengumpulkan barang-barang bekas, berarti adik juga
sudah membantu bumi ini hidup lebih lama. Nah kalau adik sudah membantu bumi
ini, berarti adik adalah anak yang baik” dan sebagainya.
Yang kedua, yaitu menginspirasi
siswa. Kegiatan belajar mengajar yang unggul dipandang sebagai proses akademik,
dimana siswa termotivasi belajar secara berkelanjutan, substansial, dan positif
terutama berkaitan dengan bagaimana mereka berpikir, bertindak, dan merasa.
Keunggulan ini juga bermakna suatu proses yang mengangkat motivasi belajar
siswa ke tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan efek mengajar biasa.
Jadi dalam kata-kata “diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia
dini”, kami akan menekankan proses yang menginspirasi anak-anak nantinya. Nantinya,
kami akan memberikan mereka botol-botol bekas, dan mereka akan mengkreasikannya
sendiri setelah kami memberi inspirasi atau tuntunan mengenai hal-hal apa saja
yang bisa dibuat oleh anak-anak tersebut. Misalnya dari satu botol aqua bekas,
kami mengatakan itu bisa dijadikan celengan. Lalu kami akan meminta mereka
membuat celengan juga, tapi dengan kreasi mereka sendiri.
Remedi no 2
Menambahkan jawaban no 2:
Menurut pendapat saya, dalam menerapkan teori mengajar sebagai ilmu dan mengajar sebagai seni merupakan hal yang penting. Pertama dalam hal ilmu, tentunya dalam mengajar harus ada ilmu yang didapatkan oleh anak-anak. Dalam hal ini, ilmu yang diharapkan didapat adalah pemahaman anak-Anak bahwa barang-barang bekas bisa didaur ulang. Selain itu, kelompok kami juga harus menyiapkan bahan-bahan yang diajarkan dengan matang dan tidak boleh sembarangan mengajar dan harus berbasis pada konsep pengajaran yang sistematis. Sedangkan dalam hal sebagai seni, karena kami juga sedang belajar untuk mengajar, hal ini cocok untuk diterapkan. Dimana kami tidak boleh memaksa anak-anak untuk belajar. Ketika mengajar, kami harus bisa berimprovisasi jika hal yang diharapkan diluar dugaan atau ternyata bahan yang kami ajarkan tidak sesuai. Menurut saya, kedua hal ini penting, karena jika kami hanya menerapkan mengajar sebagai ilmu, kami akan menjadi kaku ketika mengajar dan hanya berpatokan pada bahan yang akan kami ajarkan. Sedangkan jika kami hanya menerapkan mengajar sebagai seni, dimana kami mengajar menggunakan intuisi, ekspresi dan improvisasi, apa yang akan kami ajarkan bisa saja tidak sesuai atau bisa diterima oleh anak-ank. Oleh karena itu, kedua hal tersebut harus berintegrasi agar dalam pengajaran kami bisa optimal dan memaksimalkan kemampuan mengajar
Remedi no 2
Menambahkan jawaban no 2:
Menurut pendapat saya, dalam menerapkan teori mengajar sebagai ilmu dan mengajar sebagai seni merupakan hal yang penting. Pertama dalam hal ilmu, tentunya dalam mengajar harus ada ilmu yang didapatkan oleh anak-anak. Dalam hal ini, ilmu yang diharapkan didapat adalah pemahaman anak-Anak bahwa barang-barang bekas bisa didaur ulang. Selain itu, kelompok kami juga harus menyiapkan bahan-bahan yang diajarkan dengan matang dan tidak boleh sembarangan mengajar dan harus berbasis pada konsep pengajaran yang sistematis. Sedangkan dalam hal sebagai seni, karena kami juga sedang belajar untuk mengajar, hal ini cocok untuk diterapkan. Dimana kami tidak boleh memaksa anak-anak untuk belajar. Ketika mengajar, kami harus bisa berimprovisasi jika hal yang diharapkan diluar dugaan atau ternyata bahan yang kami ajarkan tidak sesuai. Menurut saya, kedua hal ini penting, karena jika kami hanya menerapkan mengajar sebagai ilmu, kami akan menjadi kaku ketika mengajar dan hanya berpatokan pada bahan yang akan kami ajarkan. Sedangkan jika kami hanya menerapkan mengajar sebagai seni, dimana kami mengajar menggunakan intuisi, ekspresi dan improvisasi, apa yang akan kami ajarkan bisa saja tidak sesuai atau bisa diterima oleh anak-ank. Oleh karena itu, kedua hal tersebut harus berintegrasi agar dalam pengajaran kami bisa optimal dan memaksimalkan kemampuan mengajar
1. Apa yang dapat adinda jelaskan sehubungan dengan Pedagogi Modern? lalu beri ilustrasi bandingan antara proses pembelajaran yang adinda dapatkan saat perkuliah dengan uraian teori tersebut.
BalasHapus2. jelaskan tentang konsep micro teaching kelompok adinda. Kemudian sertakan kajian teori yang mendukung menurut pendapat pribadi anda.
HapusKegiatan Micro Teaching kelompok kami bertemakan “Go Green” dengan berfokus kepada pemanfaatan barang bekas yang akan dilaksanakan di Taman Kanak – Kanak Dharma Pancasila, Medan. Jadi kami akan mengajarkan prakarya dengan memanfaatkan barang-barang bekas kepada anak-anak. Dengan tema ini, diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga lingkungan. Konsep micro teaching ini nantinya akan direlialisasikan seperti berikut ini: Diawali dengan perkenalan dan pembagian kelompok yang terdiri dari 3 orang anggota pada setiap kelompok. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian instruksi tentang cara pengerjaan prakarya. Setelah itu, anak-anak TK mulai mengerjakan prakarya dengan dibantu oleh satu orang pengajar disetiap kelompok. Setelah kegiatan mengerjakan prakarya selesai, akan dilanjutkan dengan games kecil-kecilan yang menggunakan barang-barang bekas juga.
HapusDalam pengajaran itu nantinya, kelompok kami akan menerapkan konsep mengajar adalah ilmu dan seni.
Banyak orang yang mengatakan mengajar adalah ilmu, dimana kegiatan mengajar harus bebasis dan dipandu oleh ilmu. Konsep ini menekankan pada aspek ilmiah dalam kegiatan pengajaran dan berfokus pada cara-cara melakukan sistematisasi komunikasi antara guru dan siswa. Konsep ini percaya bahwa adalah mungkin untuk secara sistematis memilih bahan, mengatur interaksi guru dengan siswa, interaksi antar sesama siswa, dan menentukan bahan-bahan yang harus dipelajari oleh siswa, sehingga mengurangi kemungkinan kegiatan pembelajaran terjadi secara kebetulan. Berdasarkan teori konsep ini, maka kelompok kami nantinya akan menerapkan hal yang sama. Pertama kami akan berfokus pada bagaimana cara menyampaikan materi go green tersebut. Tentu saja bahasa yang akan kami gunakan nanti adalah bahasa yang bisa dimengerti oleh anak TK. Selain itu, tentu saja bahan-bahan bekas yang akan kami jadikan prakarya tersebut kami yang menyediakannya, sehingga sama dengan konsep tadi, pembelajaran disini tidak terjadi secara kebetulan.
Banyak orang juga percaya mengajar adalah seni. Konsep ini memposisikan mengajar sebagai aktivitas “ilmiah” memang dapat diformalkan, namun jika dipaksakan, akan terjadi birokratisasi dan pemaksaan aktivitas belajar. Penganut konsep ini berpendapat bahwa mengajar sebenarnya merupakan intuisi, improvisasi, dan ekspesi. Berdasarkan konsep ini maka dalam kegiatan belajar mengajar kami juga akan menggunakan intuisi, improvisasi dan ekspresi kami. Dimana, kami akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika pengajaran yang kami rencanakan tidak berjalan sesuai rencana. Kami juga akan mengekspresikan mengenai bagaimana cara kita belajar menjaga lingkungan dengan menggunakan barang-barang bekas ini kepada anak-anak sebisa mungkin.
Maka dalam pengajaran nantinya, kami harus mampu melakukan dan menangani proses kreatif secara tidak terduga di dalam kelas. Sesuai dengan teori ini, dalam kegiatan mengajar, tidak ada kata gagal-aman secara rutinitas. Aktivitas yang paling penting dari kegiatan mengajar ini adalah mengelola peristiwa-peristiwa yang terjadi selama proses pembelajaran itu. Jadi, sebagai pengajar nantinya, kami harus siap menerima semua perilaku anak-anak dalam kelas, karena anak-anak pada umumnya berperilaku secara spontan.
3. Pentingnya memberikan: "Dengan tema ini, diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga lingkungan", relevansi teori yang mana dapat digunakan sebagai argumentasi?COba beri penjelasan lebih baik dengan contoh konkrit.
BalasHapus