Quotes of the day

"kebahagian tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh"--Mohandas Gandhi

"Do what you love, Love what you do, and make what you do for the good of the many, for the happines for the many,..."
"Lima tahun dari sekarang anda akan tetap sama seperti hari ini, kecuali 2 hal : buku yang Anda baca dan orang-orang disekitar Anda " --Charles Jones

Selasa, 10 April 2012

UTS Paedagogi



Jawaban soal Pertama
Berdasarkan panduan dari buku pegangan mata kuliah paedagogi, dikatakan bahwa konsep dalam paedagogi tradisional adalah tentang bagaimana cara seorang guru mengajar atau seni mengajar. Namun, belakangan ini, istilah paedagogi telah lebih luas cakupannya, seperti merujuk pada strategi pembelajaran. 
Jika pandangan tradisional lebih memposisikan paedagogi sebagai seni mengajar, maka berbeda dengan paedagogi sekarang. Sekarang ini, ilmu paedagogi lebih diposisikan antara paedagogi sebagai ilmu dan paedagogi secara seni. Selain itu, ilmu paedagogi pada zaman sekarang juga berkaitan erat dengan 4 hal berikut, yaitu:
a.       Pengajaran, yaitu teknik atau metode kerja guru dalam mentransformasikan konten/isi pengetahuan, merangsang, mengawasi, dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil. Dalam hal ini juga membantu siswa merevisi dan meningkatkan kualitas pemahaman dan pemikiran mereka.
b.      Belajar, yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta pemikiran. Belajar seumur hidup juga merupakan suatu hal yang berlaku kontinum untuk guru.
c.       Hubungan mengajar dengan belajar dengan segala faktor lain yang mendorong minat paedagogi, misalnya saja siswa melakukan penelitian sederhana. Hubungan itu bisa bermakna siswa dibimbing oleh guru atau kegiatan belajar yang berpusat pada siswa, dan tetap dibawah bimbingan guru.
d.      Hubungan mengajar dan belajar berkaitan dengan semua pengaturan dan pada segala tahapan usia, yaitu sebagaimana yang dikembangkan dalam pendidikan formal dan nonformal.
Maka berdasarkan hal-hal diatas, menurut saya paedagogi modern adalah suatu pendekatan paedagogi yang sudah lebih efektif dengan menggabungkan seni mengajar dan strategi pembelajaran tersebut. Paedagogi modern memperhatikan aspek guru dan siswa, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat akan kualitas belajar mengajar disekolah.

Berkaitan dengan paedagogi modern dengan proses pembelajaran dalam kelas paedagogi, menurut saya, sistem perkuliahan sudah menerapkan aspek-aspek dari paedagogi modern.

Yang pertama saja, strategi pembelajaran dikelas sudah bervariasi, mulai dari pertemuan tatap muka hingga dengan kuliah online. Dosen pengampu menerapkan strategi belajar berdasarkan kemampuan siswa dan kemampuannya juga. Dalam hal pengajaran, teknik yang digunakan misalnya saja dengan kuliah online dan meminta mahasiswa mengeksplorasi pembelajarannya sendiri, telah membantu siswa memperluas dan meningkatkan pemahaman kita mengenai hal-hal yang diajarkan. Hal ini karena, banyak hal yang digali dan mahasiswa tidak berpatokan pada ilmu dari dosen atau buku saja. Begitu pula dalam hal belajar, melalui kuliah online juga mahasiswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuannya. Mahasiswa bisa mengakses semua pengetahuan yang ada di internet juga.

Berkaitan dengan hal yang ketiga dan keempat, hal ini jelas sudah diterapkan dalam kelas paedagogi. Salah satu materi pembelajaran kita adalah micro teaching. Dimana kami langsung turun ke lapangan dan mempraktekkan langsung ilmu yang kita dapatkan dikelas serta nantinya bisa membuat kita lebih memahami bagaimana cara-cara pengajaran yang baik serta menuntun kita menyelesaikan problem yang mungkin muncul dalam pengajaran. Dalam mata kuliah paedagogi ini, selain kita diajar, kita juga belajar mengajar. Kesimpulan saya, dalam mata kuliah paedagogi telah menerapkan pandangan paedagogi modern.

Jawababn Soal Kedua


Kegiatan  Micro Teaching  kelompok kami bertemakan “Go Green” dengan berfokus kepada pemanfaatan barang bekas yang akan dilaksanakan di Taman Kanak – Kanak Dharma Pancasila, Medan. Jadi kami akan mengajarkan prakarya dengan memanfaatkan barang-barang bekas kepada anak-anak. Dengan tema ini, diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga lingkungan. Konsep micro teaching ini nantinya akan direlialisasikan seperti berikut ini: Diawali dengan perkenalan dan pembagian kelompok yang terdiri dari 3 orang anggota pada setiap kelompok. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian instruksi tentang cara pengerjaan prakarya. Setelah itu, anak-anak TK mulai mengerjakan prakarya dengan dibantu oleh satu orang pengajar disetiap kelompok. Setelah kegiatan mengerjakan prakarya selesai, akan dilanjutkan dengan games kecil-kecilan yang menggunakan barang-barang bekas juga.

Dalam pengajaran itu nantinya, kelompok kami akan menerapkan konsep mengajar adalah ilmu dan seni.
Banyak orang yang mengatakan mengajar adalah ilmu, dimana kegiatan mengajar harus bebasis dan dipandu oleh ilmu. Konsep ini menekankan pada aspek ilmiah dalam kegiatan pengajaran dan berfokus pada cara-cara melakukan sistematisasi komunikasi antara guru dan siswa. Konsep ini percaya bahwa adalah mungkin untuk secara sistematis memilih bahan, mengatur interaksi guru dengan siswa, interaksi antar sesama siswa, dan menentukan bahan-bahan yang harus dipelajari oleh siswa, sehingga mengurangi kemungkinan kegiatan pembelajaran terjadi secara kebetulan. Berdasarkan teori konsep ini, maka kelompok kami nantinya akan menerapkan hal yang sama. Pertama kami akan berfokus pada bagaimana cara menyampaikan materi go green tersebut. Tentu saja bahasa yang akan kami gunakan nanti adalah bahasa yang bisa dimengerti oleh anak TK. Selain itu, tentu saja bahan-bahan bekas yang akan kami jadikan prakarya tersebut kami yang menyediakannya, sehingga sama dengan konsep tadi, pembelajaran disini tidak terjadi secara kebetulan.

Banyak orang juga percaya mengajar adalah seni. Konsep ini memposisikan mengajar sebagai aktivitas “ilmiah” memang dapat diformalkan, namun jika dipaksakan, akan terjadi birokratisasi dan pemaksaan aktivitas belajar. Penganut konsep ini berpendapat bahwa mengajar sebenarnya merupakan intuisi, improvisasi, dan ekspesi. Berdasarkan konsep ini maka dalam kegiatan belajar mengajar kami juga akan menggunakan intuisi, improvisasi dan ekspresi kami. Dimana, kami akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika pengajaran yang kami rencanakan tidak berjalan sesuai rencana. Kami juga akan mengekspresikan mengenai bagaimana cara kita belajar menjaga lingkungan dengan menggunakan barang-barang bekas ini kepada anak-anak sebisa mungkin.

Maka dalam pengajaran nantinya, kami harus mampu melakukan dan menangani proses kreatif secara tidak terduga di dalam kelas. Sesuai dengan teori ini, dalam kegiatan mengajar, tidak ada kata gagal-aman secara rutinitas. Aktivitas yang paling penting dari kegiatan mengajar ini adalah mengelola peristiwa-peristiwa yang terjadi selama proses pembelajaran itu. Jadi, sebagai pengajar nantinya, kami harus siap menerima semua perilaku anak-anak dalam kelas, karena anak-anak pada umumnya berperilaku secara spontan.


Jawababn Soal Ketiga
Dalam kalimat,  "Dengan tema ini, diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga lingkungan", saya mengambil relevansi ke teori paedagogi “menginspirasi siswa” dan pendekatan teori behavioristik. Dari teori behavioristik, dikatakan bahwa perilaku seseorang terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan (lingkungan disini bukanlah lingkungan fisik, tetapi seperti keluarga, teman, guru, dsb). Misalnya saja, jika ada seorang anak yang suka menangis, perilakunya tersebut terjadi karena pengaruh lingkungannya atau orang-orang disekitarnya, bukan karena trait atau sifatnya yang menetap. Bisa saja dia menangis karena jatuh dan sakit, atau bisa karena diabaikan oleh orang-orang sekitarnya. Bagaimana lingkungannya memperlakukan dia, maka begitulah perilakunya. Jadi dalam hal ini, kami memberikan pengajaran mengenai prakarya dari barang-barang bekas, dengan memberikan contoh perilaku kepada mereka. Menunjukkan dan mempengaruhi mereka untuk berperilaku demikian juga. Misalnya saja, kami membawa botol-botol bekas dan menunjukkan kegunaan botol-botol tersebut pada mereka, dan karena mereka telah mendapat contoh perilaku dari kami, ada kemungkinan mereka akan mengikutinya dikemudian hari. Bisa saja jika mereka melihat botol, mereka akan mengumpulkannya juga dan memanfaatkannya. Perilaku mereka ini nantinya juga bisa dikatakan sebagai modeling. Jadi melalui cara modeling inilah, kami mengajarkan mereka untuk berperilaku menjaga lingkungan. Perlu diingat, anak-anak juga senang mencontoh perilaku orang lain. Oleh karena itu, kami akan berusaha sebisa mungkin agar mereka mau mencontoh perilaku kita, misalnya dengan mengatakan, “dengan mengumpulkan barang-barang bekas, berarti adik juga sudah membantu bumi ini hidup lebih lama. Nah kalau adik sudah membantu bumi ini, berarti adik adalah anak yang baik” dan sebagainya.
Yang kedua, yaitu menginspirasi siswa. Kegiatan belajar mengajar yang unggul dipandang sebagai proses akademik, dimana siswa termotivasi belajar secara berkelanjutan, substansial, dan positif terutama berkaitan dengan bagaimana mereka berpikir, bertindak, dan merasa. Keunggulan ini juga bermakna suatu proses yang mengangkat motivasi belajar siswa ke tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan efek mengajar biasa. Jadi dalam kata-kata “diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini”, kami akan menekankan proses yang menginspirasi anak-anak nantinya. Nantinya, kami akan memberikan mereka botol-botol bekas, dan mereka akan mengkreasikannya sendiri setelah kami memberi inspirasi atau tuntunan mengenai hal-hal apa saja yang bisa dibuat oleh anak-anak tersebut. Misalnya dari satu botol aqua bekas, kami mengatakan itu bisa dijadikan celengan. Lalu kami akan meminta mereka membuat celengan juga, tapi dengan kreasi mereka sendiri.



Remedi no 2
Menambahkan jawaban no 2:
Menurut pendapat saya, dalam menerapkan teori mengajar sebagai ilmu dan mengajar sebagai seni merupakan hal yang penting. Pertama dalam hal ilmu, tentunya dalam mengajar harus ada ilmu yang didapatkan oleh anak-anak. Dalam hal ini, ilmu yang diharapkan didapat adalah pemahaman anak-Anak bahwa barang-barang bekas bisa didaur ulang. Selain itu, kelompok kami juga harus menyiapkan bahan-bahan yang diajarkan dengan matang dan tidak boleh sembarangan mengajar dan harus berbasis pada konsep pengajaran yang sistematis. Sedangkan dalam hal sebagai seni, karena kami juga sedang belajar untuk mengajar, hal ini cocok untuk diterapkan. Dimana kami tidak boleh memaksa anak-anak untuk belajar. Ketika mengajar, kami harus bisa berimprovisasi jika hal yang diharapkan diluar dugaan atau ternyata bahan yang kami ajarkan tidak sesuai. Menurut saya, kedua hal ini penting, karena jika kami hanya menerapkan mengajar sebagai ilmu, kami akan menjadi kaku ketika mengajar dan hanya berpatokan pada bahan yang akan kami ajarkan. Sedangkan jika kami hanya menerapkan mengajar sebagai seni, dimana kami mengajar menggunakan intuisi, ekspresi dan improvisasi, apa yang akan kami ajarkan bisa saja tidak sesuai atau bisa diterima oleh anak-ank. Oleh karena itu, kedua hal tersebut harus berintegrasi agar dalam pengajaran kami bisa optimal dan memaksimalkan kemampuan mengajar

4 komentar:

  1. 1. Apa yang dapat adinda jelaskan sehubungan dengan Pedagogi Modern? lalu beri ilustrasi bandingan antara proses pembelajaran yang adinda dapatkan saat perkuliah dengan uraian teori tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2. jelaskan tentang konsep micro teaching kelompok adinda. Kemudian sertakan kajian teori yang mendukung menurut pendapat pribadi anda.

      Hapus
    2. Kegiatan Micro Teaching kelompok kami bertemakan “Go Green” dengan berfokus kepada pemanfaatan barang bekas yang akan dilaksanakan di Taman Kanak – Kanak Dharma Pancasila, Medan. Jadi kami akan mengajarkan prakarya dengan memanfaatkan barang-barang bekas kepada anak-anak. Dengan tema ini, diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga lingkungan. Konsep micro teaching ini nantinya akan direlialisasikan seperti berikut ini: Diawali dengan perkenalan dan pembagian kelompok yang terdiri dari 3 orang anggota pada setiap kelompok. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian instruksi tentang cara pengerjaan prakarya. Setelah itu, anak-anak TK mulai mengerjakan prakarya dengan dibantu oleh satu orang pengajar disetiap kelompok. Setelah kegiatan mengerjakan prakarya selesai, akan dilanjutkan dengan games kecil-kecilan yang menggunakan barang-barang bekas juga.



      Dalam pengajaran itu nantinya, kelompok kami akan menerapkan konsep mengajar adalah ilmu dan seni.

      Banyak orang yang mengatakan mengajar adalah ilmu, dimana kegiatan mengajar harus bebasis dan dipandu oleh ilmu. Konsep ini menekankan pada aspek ilmiah dalam kegiatan pengajaran dan berfokus pada cara-cara melakukan sistematisasi komunikasi antara guru dan siswa. Konsep ini percaya bahwa adalah mungkin untuk secara sistematis memilih bahan, mengatur interaksi guru dengan siswa, interaksi antar sesama siswa, dan menentukan bahan-bahan yang harus dipelajari oleh siswa, sehingga mengurangi kemungkinan kegiatan pembelajaran terjadi secara kebetulan. Berdasarkan teori konsep ini, maka kelompok kami nantinya akan menerapkan hal yang sama. Pertama kami akan berfokus pada bagaimana cara menyampaikan materi go green tersebut. Tentu saja bahasa yang akan kami gunakan nanti adalah bahasa yang bisa dimengerti oleh anak TK. Selain itu, tentu saja bahan-bahan bekas yang akan kami jadikan prakarya tersebut kami yang menyediakannya, sehingga sama dengan konsep tadi, pembelajaran disini tidak terjadi secara kebetulan.



      Banyak orang juga percaya mengajar adalah seni. Konsep ini memposisikan mengajar sebagai aktivitas “ilmiah” memang dapat diformalkan, namun jika dipaksakan, akan terjadi birokratisasi dan pemaksaan aktivitas belajar. Penganut konsep ini berpendapat bahwa mengajar sebenarnya merupakan intuisi, improvisasi, dan ekspesi. Berdasarkan konsep ini maka dalam kegiatan belajar mengajar kami juga akan menggunakan intuisi, improvisasi dan ekspresi kami. Dimana, kami akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika pengajaran yang kami rencanakan tidak berjalan sesuai rencana. Kami juga akan mengekspresikan mengenai bagaimana cara kita belajar menjaga lingkungan dengan menggunakan barang-barang bekas ini kepada anak-anak sebisa mungkin.



      Maka dalam pengajaran nantinya, kami harus mampu melakukan dan menangani proses kreatif secara tidak terduga di dalam kelas. Sesuai dengan teori ini, dalam kegiatan mengajar, tidak ada kata gagal-aman secara rutinitas. Aktivitas yang paling penting dari kegiatan mengajar ini adalah mengelola peristiwa-peristiwa yang terjadi selama proses pembelajaran itu. Jadi, sebagai pengajar nantinya, kami harus siap menerima semua perilaku anak-anak dalam kelas, karena anak-anak pada umumnya berperilaku secara spontan.

      Hapus
  2. 3. Pentingnya memberikan: "Dengan tema ini, diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga lingkungan", relevansi teori yang mana dapat digunakan sebagai argumentasi?COba beri penjelasan lebih baik dengan contoh konkrit.

    BalasHapus