Pertama-tama sebagai postingan pertama saya yang berkaitan dengan psikologi, mungkin saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu psikologi pendidikan. Sebelumnya tentu saja tidak lengkap rasanya kalau saja menjelaskan tentang apa itu psikologi pendidikan tanpa mengetahui arti dari psikologi. Menurut Lahey dalam bukunya Psychology an introduction, psikologi adalah
ilmu yang mempelajari tentang prilaku dan proses mental. Sedangkan berdasarkan buku psikologi pendidikan yang ditulis oleh John W. Santrock, definisi dari psikologi pendidikan itu sendiri adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Berdasarkan definisi tersebut, dapat kita lihat bahwa cabang psikologi ini berperan penting dalam dunia pendidikan, khususnya bagi para guru atau pengajar. Dengan memahami kajian dari psikologi pendidikan ini, bisa membuka wawasan bagi para pengajar tentang bagaimana menjadi pengajar yang baik dan ruang lingkup dunia pendidikan.
ilmu yang mempelajari tentang prilaku dan proses mental. Sedangkan berdasarkan buku psikologi pendidikan yang ditulis oleh John W. Santrock, definisi dari psikologi pendidikan itu sendiri adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Berdasarkan definisi tersebut, dapat kita lihat bahwa cabang psikologi ini berperan penting dalam dunia pendidikan, khususnya bagi para guru atau pengajar. Dengan memahami kajian dari psikologi pendidikan ini, bisa membuka wawasan bagi para pengajar tentang bagaimana menjadi pengajar yang baik dan ruang lingkup dunia pendidikan.
Membahas mengenai suatu bidang ilmu, tentu tidak lengkap kalau tidak membahas mengenai sejarah dan tokoh-tokoh perintisnya. Ada tiga tokoh perintis yang terkemuka yang muncul di awal sejarah psikologi pendidikan.
1. William James. Meluncurkan buku ajar psikologi “Principles of Psychology” (1890) serta memberikan serangkaian kuliah yang mendiskusikan aplikasi psikologi untuk mendidik anak. Menekankan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pendidikan.
2. John Dewey. Membangun laboratorium psikologi pendidikan pertama di AS pada 1894. Dewey memberikan pandangan bahwa : anak adalah pembelajar aktif; pendidikan seharusnya difokuskan pada anak dan memperkuat anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya ; semua anak seharusnya mendapatkan pendidikan yang selayaknya.
3. E. L. Thorndike. Berpendapat bahwa pentingnya menanamkan keahlian penalaran anak. Menggagas bahwa psikologi pendidikan harus punya basis ilmiah dan berfokus pada pengukuran.
Tips menjadi guru
Dalam buku John W. Santrock disebutkan bahwa menjadi guru harus menguasai beragam perspektif dan strategi serta bisa mengaplikasikannya. Hal ini membutuhkan 2 hal yang utama, yaitu:
1. Pengetahuan dan keahlian professional; seperti penguasaan materi pengajaran, strategi pengajaran, penetapan tujuan, keahlian manajemen kelas, keahlian motivasional, keahlian komunikasi, keahlian teknologi serta mampu bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang yang berbeda-beda.
2. Komitmen dan motivasi.
Guru yang baik adalah guru yang memiliki hal-hal diatas dan mampu mengaplikasikannya kepada muridnya. Sebagai seorang guru tentu saja harus menguasai materi pelajaran. Nah, kalau gurunya aja tidak menguasai materi pelajaran, apalagi muridnya. Setidaknya seorang guru harus menguasai konsep dasar pelajaran yang akan diajarkan. Lalu, seorang guru dianjurkan untuk membiarkan anak didiknya untuk mengeksplorasi dunia pengetahuan, menemukan pengetahuan, merenung dan berpikir secara kritis. Jadi, para murid tidak hanya sekedar menerima pengetahuan bulat-bulat dari sang guru dan menghapalnya, tetapi juga memiliki peluang untuk membangun pengetahuan dan memahami materi pelajaran.
Apakah dengan hal tersebut maka seseorang sudah bisa menjadi guru yang baik? tentu saja tidak. Selain menguasai materi dan membimbing murid, tentu saja seorang guru harus memiliki keahlian-keahlian. Keahlian mengatur keadaan kelas agar tetap kondusif untuk belajar, keahlian memotivasi muridnya agar mau belajar, keahlian berkomunikasi dengan murid sehingga murid bisa menceritakan masalahnya kepada guru, serta keahlian untuk bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang yang berbeda-beda. Jadi, seorang guru harus memperlakukan semua muridnya dengan setara dan tidak ada pilih-pilih kasih.
Sekian pembahasan dari saya, semoga bermanfaat.. ^_^
referensi dari : Psikologi Pendidikan, edisi kedua oleh John W. Santrock
Apakah dengan hal tersebut maka seseorang sudah bisa menjadi guru yang baik? tentu saja tidak. Selain menguasai materi dan membimbing murid, tentu saja seorang guru harus memiliki keahlian-keahlian. Keahlian mengatur keadaan kelas agar tetap kondusif untuk belajar, keahlian memotivasi muridnya agar mau belajar, keahlian berkomunikasi dengan murid sehingga murid bisa menceritakan masalahnya kepada guru, serta keahlian untuk bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang yang berbeda-beda. Jadi, seorang guru harus memperlakukan semua muridnya dengan setara dan tidak ada pilih-pilih kasih.
Sekian pembahasan dari saya, semoga bermanfaat.. ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar