Homeschooling. Apa sih yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata Homeschooling? Tentunya Anda sekalian sudah pernah dengar dong apa itu
Homeschooling. Nah, kalau merujuk pada etimologi kata
homeschooling yang terdiri dari
home yang artinya rumah dan
school yang artinya sekolah, yang kalau digabungkan artinya menjadi rumah sekolah, tentunya kita sudah mendapat gambaran apa itu
homeschooling. Yap,
homeschooling tidak lain dan tidak bukan adalah belajar di rumah tanpa perlu kita perlu ke sekolah bertatap muka dengan para guru. Walaupun sebutannya
homeschooling, tapi sebenarnya seorang anak yang mengikuti
homeschooling bukan harus belajar di rumah saja, tapi bisa di mana saja dan kapan saja.
Homeschooling sendiri bisa dikatakan sebagai sebuah fenomena
pendidikan. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, kalau kita mendengar kata sekolah (school), sudah pasti yang terbayang di benak kita adalah sekumpulan murid yang berkumpul pada suatu ruang kelas, lalu ada seorang guru yang datang dan mengajar para murid tersebut tentang sebuah ilmu pengetahuan. Lalu biasanya para murid akan langsung mendengarkan penjelasan guru di ruang kelas, saling bertatap muka, dan kadang berlangsung sesi tanya jawab di kelas. Kadang-kadang juga para murid bisa saling berbagi ilmu pengetahuan di dalam kelas. Nah, dengan adanya sistem belajar
homeschooling semua anggapan tersebut dipatahkan. Jika ingin sekolah, maka murid bisa belajar dari rumah atau tempat lain tanpa harus hadir di suatu ruang kelas. Biasanya media yang digunakan untuk belajar dan berkomunikasi dengan guru adalah komputer atau laptop.
Di Indonesia sendiri,
homeschooling mulai merebak dalam beberapa tahun belakangan ini. Keberadaan
homeschooling sendiri telah diatur dalam UU no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 ayat (1). Itu artinya, sistem
pendidikan homeschooling itu sudah diakui di Indonesia. Nah, yang menjadi pertanyaan bagi sebagian orang, apakah benar
homeschooling itu sudah terbukti lebih efektif daripada
pendidikan formal di sekolah? Mengapa pulak ada sebagian orang tua - meskipun tidak banyak - yang memilih menyekolahkan anaknya dengan sistem
homeschooling yang notabene termasuk sistem baru di Indonesia?