Dalam penggunaan internet, kita selalu tidak lepas dari penggunaan search engine atau di Indonesia lebih dikenal dengan istilah mesin pencari. Seperti yang sudah diketahui secara umum, mesin pencari yang paling terkenal adalah Google. Biasanya jika seseorang ingin mencari informasi atau pengetahuan di internet mereka akan menggunakan search engine. Bagaimana caranya? cukup mudah, yaitu hanya dengan mengetikkan kata kunci informasi yang ingin dicari.
Pada beberapa artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan apa itu e-learning. E-learning bisa berarti sebuah proses pembelajaran yang dilakukan melalui jaringan atau network. Dalam hal ini, kita menggunakan media internet untuk memperoleh pembelajaran, salah satunya melalui search engine. Sebenarnya bagaimana sih cara kerja search engine itu? Kemudian bagaimana pulak search engine itu bisa berperan penting dalam e-learning?
Cara Kerja Search Engine
Search Engine atau mesin pencari adalah program komputer yang dirancang untuk membantu seseorang menemukan file-file yang disimpan dalam komputer, misalnya dalam sebuah server umum di web (WWW) atau dalam komputer itu sendiri. Search engine memungkinkan kita untuk meminta content media dengan kriteria yang spesifik (biasanya yang berisi kata atau frasa yang kita tentukan) dan memperoleh daftar file yang memenuhi kriteria tersebut. Search engine biasanya menggunakan indeks (yang sudah dibuat sebelumnya dan dimutakhirkan secara teratur) untuk mencari file setelah pengguna memasukkan kriteria pencarian.
Sebagian besar search engine dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma kepemilikan dan database tertutup. Search engine yang paling terkenal dan terbesar sampai sekarang adalah Google. Kemudian ada MSN Search dan Yahoo! yang tertinggal sedikit di belakang Google.Search engine web bekerja dengan cara menyimpan informasi tentang banyak halaman web, yang diambil langsung dari WWW. Halaman-halaman ini diambil dengan web crawler — browser web otomatis yang mengikuti setiap pranala yang dilihatnya. Isi setiap halaman lalu dianalisis untuk menentukan cara mengindeksnya (misalnya, kata-kata diambil dari judul, subjudul, atau field khusus yang disebut meta tag). Data tentang halaman web disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya. Sebagian search engine, seperti Google, menyimpan seluruh atau sebagian halaman sumber (yang disebut cache) maupun informasi tentang halaman web itu sendiri.
Selain halaman web, search engine juga menyimpan dan memberikan informasi hasil pencarian berupa pranala yang merujuk pada file, seperti file audio, file video, gambar, foto dan sebagainya, serta informasi tentang seseorang, suatu produk, layanan, dan informasi beragam lainnya yang semakin terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Ketika seorang pengguna mengunjungi search engine dan memasukkan kata kunci, mesin mencari indeks dan memberikan daftar halaman web yang paling sesuai dengan kriterianya, biasanya disertai ringkasan singkat mengenai judul dokumen dan kadang-kadang sebagian teksnya.
Manfaat search engine bergantung pada relevansi hasil-hasil yang diberikannya. Meskipun mungkin ada jutaan halaman web yang mengandung suatu kata atau frase, sebagian halaman mungkin lebih relevan, populer, atau autoritatif daripada yang lain. Kebanyakan search engine menggunakan berbagai metode untuk menentukan peringkat hasil pencarian agar mampu memberikan hasil "terbaik" lebih dahulu. Namun tidak jarang pulak search engine sangat tidak bisa diandalkan untuk mencari informasi. Kadang-kadang, informasi yang muncul tidak sesuai dengan kriteria yang kita inginkan. Oleh karena itu, diperlukan pula kesabaran dalam menggunakan search engine.
Search Engine dalam E-Learning
Search engine adalah fasilitas yang akan mengatur dan mengelola berbagai aktivitas yang dilakukan dalam sistem e-learning. Ada search engine yang diciptakan khusus untuk kebutuhan e-learning yang dibangun dengan melibatkan berbagai unsur, seperti:
- Database : merupakan komponen utama dari e-learning. Database berfungsi untuk menampung dan mengolah data dari seluruh peserta didik, untuk pengajar/dosen, pengunjung, anggota, pelanggan dan pegawai administrasi dalam mengelola bahan pelajaran, nota kuliah, jadwal, soal dan jawaban, nilai, informasi seluruh peserta didik dan pengajar/dosen, berita, dan yang lain yang berhubungan dengan kebutuhan e-learning. Database bisa di update oleh siapapun yang berkepentingan sewaktu-waktu.
- Aplikasi Web Server (HTTP server) : merupakan suatu fasilitas yang menyediakan kemudahan untuk sistem online. Dalam aplikasi ini pengguna bisa memperoleh, menyimpan maupun mengupdate data.
- Pemrograman Web : Bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan HTML (Hypertext mark-up language) disebut bahasa standar dalam pembangunan web. Pemrograman ini perlu diketahui oleh para pekerja administrasi, operator, dosen, dan pengelola universitas dengan maksud agar dapat mengupdate kandungan yang ada di dalam database.
- Password : bertujuan untuk menjamin keamanan data, keselamatan database, keamanan informasi, transaksi dan keamanan berbagai fasilitas yang dimiliki dalam sistem online. Password merupakan unsur yang paling penting dalam berbagai sistem yang berhubungan dengan online.
- Antara Muka (Interface) : pintu gerbang dalam suatu sistem. Penampilan dalam web sangat penting untuk menarik minat pengunjung, serta memberikan arahan yang jelas kepada pengguna dalam menggunakan web. Dalam pengembangan interface dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan menggambarkan sistem serta kreativitas dan nilai seni dari si pengembang.
- Fasilitas Sistem E-Learning : Pada umumnya sistem akan memberikan tiga fasilitas, berupa;
- Fasilitas Khusus : fasilitas yang hanya bisa diakses oleh peserta didik, dosen, pegawai, administrasi dan pihak-pihak lain yang diberi kewenangan khusus dalam mengakses semua program yang ada didalam web server.
- Fasilitas Umum : fasilitas yang diberikan secara umum kepada pengguna web seperti informasi, cara mengakses, proses pendaftaran, fasilitas email, forum diskusi dan sebagainya.
- Fasilitas Penunjang : fasilitas yang memberi kemudahan kepada pengguna yang mendukung terhadap kelancaran proses mengajar, bisa berupa link antara web satu dengan yang lainnya ataupun fasilitas download upload.
referensi :
Munir., (2008). Kurikulum berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Bandung: Alfabeta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar