Quotes of the day

"kebahagian tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh"--Mohandas Gandhi

"Do what you love, Love what you do, and make what you do for the good of the many, for the happines for the many,..."
"Lima tahun dari sekarang anda akan tetap sama seperti hari ini, kecuali 2 hal : buku yang Anda baca dan orang-orang disekitar Anda " --Charles Jones

Senin, 07 Maret 2011

ADHD - what is it??



Attention Decifit Hyperactivity Disorder atau ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Kalau pada positngan saya sebelumnya saya lebih sering membahas mengenai masalah teknologi dan pendidikan, maka pada postingan saya kali ini saya akan membahas mengenai suatu jenis disorder yang masih ada hubungannya dengan dunia pendidikan.

Sebenarnya pertama kali saya membuka buku pegangan psikologi pendidikan, mata saya langsung tertarik pada satu topik, yaitu ADHD. Alasannya sih sederhana, karena pada satu film yang saya tonton, si pemeran utamanya mengidap ADHD. Sejak saat itu saya selalu bertanya-tanya apa sih ADHD itu. Dikatakan bahwa anak ADHD itu cenderung anak yang "sangat usil", tidak bisa diam dan sering membuat masalah. Lalu muncul pertanyaan, masa sih setiap anak yang nakal dikatakan mengidap ADHD? Sebenarnya ADHD itu apa sih? Lalu bagaimana pulak seseorang itu bisa mengidap ADHD dan bagaimana pulak cara mengatasi anak yang mengidap ADHD??


Attention Decifit Hyperactivity Disorder a.k.a ADHD


ADHD merupakan salah satu  ketidakmampuan pada anak yang menjadi perhatian pada dunia pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar dikelas, anak yang mengidap ADHD bisa termasuk dalam anak yang memiliki kekurangan. Anak yang tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, konsentrasi mudah terpecah, sering gelisah, sulit menyelesaikan suatu pekerjaan sampai tuntas, suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan, serta impulsif merupakan ciri-ciri pengidap ADHD.

Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, kita tentu sering menemukan ciri-ciri anak yang seperti itu. Namun terkadang karena kurangnya pengetahuan akan ADHD, guru-guru cenderung menganggap anak tersebut hanya sebagai pembuat masalah saja, dan kerap murid yang seperti itu sering dikeluarkan dari sekolah. Dalam banyak kasus, anak ADHD sering diperlakukan tidak adil, seperti dikeluarkan dari sekolah, padahal sebagai anak yang berketidakmampuan, mereka berhak mendapatkan perhatian khusus.

Di Amerika ADHD dianggap suatu kelainan, hal ini berarti orang yang di diagnosa mengalami kelainan tersebut berhak mendapatkan  bantuan/pertolongan baik di tempat kerja ataupun di sekolah. Penyebab utama ADHD belum ditemukan. Namun beberapa berpendapat karena rendahnya level neurotransmitter (pesan kimiawi dalam otak), abnormalitas prenatal dan postnatal, serta kemungkinan faktor hereditas (keturunan).

Pemeriksaan Digital Imaging PET, dengan melakukan scan di otak  penderita ADHD menunjukkan bagian otak yang “mengontrol perhatian” kurang aktif dan menggunakan lebih sedikit ”gula” dibandingkan daerah lainnya. ADHD juga 25-35 % menurun dalam keluarga. Beberapa dokter tidak setuju dan menganggap ADHD ini overdiagnosis, tapi banyakan yang menganggap benar2 suatu kelainan yang harus di therapy. Obat yang sering di gunakan adalah Strattera dan Adderall, keduanya menujukkan hasil yang cukup significant, pada anak ADHD ini nilai sekolahnya yang biasanya A atau F (never between) setelah di therapy menujukkan peningkatan hasil akademi.

Gejala Anak Pengidap ADHD
Gejala ADHD sudah dapat dilihat sejak usia bayi, gejala yang harus dicermati adalah sensitif terhadap suara dan cahaya, menangis, suka menjerit dan sulit tidur. Waktu tidur yang kurang sehingga bayi seringkali terbangun. Sulit makan ASI dan minum ASI. Tidak senang digendong, suka membenturkan kepala dan sering marah berlebihan. Keluhan yang terlihat pada anak yang lebih besar adalah, tampak canggung, sering mengalami kecelakaan, perilaku berubah-ubah, gerakan konstan atau monoton, lebih ribut dibandingkan anak-anak lainnya, kurang konsentrasi, tidak bisa diam, mudah marah, nafsu makan buruk, koordinasi mata dan tangan tidak baik, suka menyakiti diri sendiri dan gangguan tidur.
Untuk mempermudah diagnosis pada ADHD harus memiliki tiga gejala utama yang nampak pada perilaku seorang anak:
  1. Kurang perhatian : sulit berkonsentrasi pada satu hal dan akan cepat bosan dalam mengerjakan suatu hal, tidak bisa mengambil keputusan, dan sering lupa.
  2. Anak hiperaktif : menunjukkan level aktivitas fisik yang tinggi dan hampir selalu bergerak, hati terus gelisah, tidak bisa  berhenti dan bicara terus tanpa alasan, dan tidak bisa duduk diam.
  3. Anak impulsif : sulit mengendalikan reaksinya dan gampang bertindak tanpa pikir panjang.
  4. Lainnya : suasana hati cepat berubah, cepat kecewa, cenderung emosional, sering melanggar peraturan, tidak percaya diri, pemalu dan menarik diri dari lingkungan serta peka terhadap kritikan.
Tanda-tanda ADHD dapat muncul sejak usia prasekolah. Orang tua dan guru mungkin mengetahui anak yang sangat aktif dan kurang konsentrasi, namun mereka tidak menyadari adanya gejala ADHD di sini.  Banyak anak ADHD sulit diatur,  kurang toleransi terhadap rasa frustasi, serta punya masalah dengan teman sebaya. Meskipun tanda-tanda ADHD sering muncul pada usia prasekolah, namun sering pula ketahuan saat mereka SD. Meningkatnya tuntutan akademik dan sosial dalam sekolah formal dan standar yang lebih ketat untuk kontrol prilaku, seringkali akan mengungkapkan adanya problem ADHD pada anak. Problem ini lebih mungkin terlihat ketika mereka diberi tugas yang berulang-ulang atau tugas yang dianggap anak menjemukan.(seperti  mengerjakan PR).

Problem ADHD dulu dianggap akan berkurang saat anak masuk remaja, tetapi hal itu kini jarang terjadi. Perkiraan menunjukkan ADHD hanya menurun sekitar 1/3 di masa remaja. Problem ini bahkan terus berlanjut hingga dewasa.


Apakah Anda atau Orang yang Anda Kenal Mengidap ADHD?
Berdasarkan pembahasan saya diatas, apakah anda menemukan orang yang anda kenal atau bahkan diri anda sendiri seperti ciri-ciri yang disebutkan? Bagaimana sih mengetahui seseorang itu mengidap ADHD?

Mungkin anda bisa mengetahuinya setelah menjawab pertanyaan berikut:
  • Apakah anda mempunyai kesulitan untuk konsentrasi pada satu pekerjaan?
  • Apakah anda sering memulai beberapa proyek sekaligus tetapi jarang unuk menyelesaikannya?
  • Apakah anda mempunyai masalah dengan organisasi diri anda?
  • Apakah anda sering menangguhkan tugas yang memerlukan perhatian yang mendetail?
  • Apakah anda mempunya masalah untuk mengingat janji atau peraturan?
  • Apakah anda tidak suka duduk lama di suatu pertemuan?
  • Anda sering gelisah dan jarang beristirahat?
  • Apakah anda sering kehilangan barang?
  • Apakah mobil/kendaraan anda sering menyerempet?
Untuk lebih lengkapnya mengenai apakah anda mengidap ADHD atau tidak, mungkin anda bisa mengikuti test yang ada pada link berikut ini :




referensi :

2 komentar:

  1. salam kenal yah
    kunjungan pertama nih.
    mampir juga yah di blogku http://f4dlyfri3nds.blogspot.com

    BalasHapus
  2. salam kenal juga.. :D

    makasi udah berkunjung ke blogku.. :)

    BalasHapus