Quotes of the day

"kebahagian tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh"--Mohandas Gandhi

"Do what you love, Love what you do, and make what you do for the good of the many, for the happines for the many,..."
"Lima tahun dari sekarang anda akan tetap sama seperti hari ini, kecuali 2 hal : buku yang Anda baca dan orang-orang disekitar Anda " --Charles Jones

Senin, 30 April 2012

LAPORAN PELAKSANAAN MICRO TEACHING


Kelompok 4
Koordinator        :  Johan Wibawa               (101301042)
Anggota              :  Dwika Septian Ihsan      (091301013)
                              Rizqi Chairiyah              (101301007)
                              Vivian Felicia                 (101301043)
                              Zukhrini Khalish N         (101301053)
                              Dealovalia Hasibuan       (101301074)
                              Putra Pratama                (101301100)


Sekolah                       : TK DHARMA PANCASILA

Jumlah Murid              : 11 Orang

Usia Murid                  : Rata-rata 5 Tahun

Tema Pengajaran         : Go Green

Standar Kompetensi   : Siswa mampu memahami bahwa barang-barang bekas dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, dan siswa memiliki kesadaran akan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Alokasi Waktu            : 60 menit



I.      Pendahuluan

          Pada zaman sekarang ini, banyak orang kurang peduli terhadap lingkungannya. Mereka terbiasa membuang barang sekali pakai, contohnya setelah mengkonsumsi makanan ringan, kemasan pembungkusnya langsung dibuang begitu saja. Bila terus dibiarkan hal ini akan menjadi pencemaran lingkungan yang berdampak negatif terhadap diri mereka. Limbah dari bahan plastik merupakan limbah yang paling berbahaya, karena sulit dihancurkan dalam waktu singkat, jika ditanam akan sulit melebur, sedangkan jika  dibakar akan menghasilkan senyawa karbon monoksida, serta partikel dioksin dan klorin yang sangat berbahaya. Selain plastik, banyak juga limbah yang mencemari lingkungan dan sulit diuraikan oleh bakteri, seperti kertas, kaleng bekas, logam, stearofoam dan sebagainya.
            Mengingat banyaknya barang bekas yang sudah tidak terpakai dan hanya menjadi sampah, membuat kami tertarik untuk membahas topik ini. Selain mengurangi sampah, juga bisa menghasilkan barang yang berguna serta bernilai seni dan ekonomi. Memanfaatkan barang bekas, bukan hanya tugas orang dewasa, tetapi juga harus mulai diajarkan sejak dini. Anak – anak perlu memahami pentingnya menjaga lingkungan.
          Dari latar belakang tersebut, kami merasa pelu membantu adik – adik usia dini untuk sama – sam`a menjaga lingkungan. Kegiatan  Micro Teaching  yang bertemakan “Go Green” dengan berfokus kepada pemanfaatan barang bekas yang akan dilaksanakan di Taman Kanak – Kanak Dharma Pancasila, Medan, diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga lingkungan.


II.  Landasan Teori

Banyak orang yang mengatakan mengajar adalah ilmu, dimana kegiatan mengajar harus bebasis dan dipandu oleh ilmu. Konsep ini menekankan pada aspek ilmiah dalam kegiatan pengajaran dan berfokus pada cara-cara melakukan sistematisasi komunikasi antara guru dan siswa. Konsep ini percaya bahwa adalah mungkin untuk secara sistematis memilih bahan, mengatur interaksi guru dengan siswa, interaksi antar sesama siswa, dan menentukan bahan-bahan yang harus dipelajari oleh siswa, sehingga mengurangi kemungkinan kegiatan pembelajaran terjadi secara kebetulan.
Banyak orang juga percaya mengajar adalah seni. Konsep ini memposisikan mengajar sebagai aktivitas “ilmiah” memang dapat diformalkan, namun jika dipaksakan, akan terjadi birokratisasi dan pemaksaan aktivitas belajar. Penganut konsep ini berpendapat bahwa mengajar sebenarnya merupakan intuisi, improvisasi, dan ekspesi.
Guru harus mampu melakukan dan menangani proses kreatif secara tidak terduga di dalam kelas. Dalam kegiatan mengajar, tidak ada resep gagal-aman secara rutinitas. Aktivitas yang paling penting dari kegiatan mengajar adalah mengelola peristiwa-peristiwa yang terjadi selama proses pembelajaran itu.
Intinya, setiap guru harus siap menerima semua perilaku anak-anak dalam kelas, karena anak-anak pada umumnya berperilaku secara spontan.


III. Tujuan Pembelajaran

1.      Memiliki kesadaran untuk menjaga keindahan lingkungan (Bumi) dengan membuang sampah pada tempatnya
2.      Memahami bahwa barang-barang bekas (sampah) dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna
3.      Meningkatkan kreativitas
4.      Mengetahui manfaat menabung
5.      Memiliki kebiasaan menabung sejak dini


IV. Metode Pembelajaran

1.        Workshop
Guru-guru berhadapan langsung dengan murid dan mengajari mereka langkah-langkah membuat celengan.
2.      Diskusi
Sebelum, selama, dan setelah proses workshop, guru-guru terus mengajak siswa-siswinya untuk berdiskusi mengenai manfaat celengan, manfaat membuang sampah pada tempatnya, dan manfaat mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang berguna.


V.  Alat dan Bahan Pembelajaran

1.      12 buah botol bekas
2.      Kertas-kertas bekas (Majalah, Brosur, Kalender, HVS)
3.      Gunting
4.      Lem
5.      Koin-koin


VI. Langkah-langkah Pembelajaran


No.
Langkah-langkah
Kegiatan
Waktu
Guru
Siswa
1.
Pendahuluan
Perkenalan Diri
Memperhatikan Guru dengan Aktif
09.00 – 09.10
Membimbing siswa untuk memperkenalkan diri
Perkenalan Diri
Menjelaskan apa yang akan diajarkan
Memperhatikan Guru dengan Aktif
2.
Inti
Mengajarkan langkah-langkah pembuatan celengan dari botol bekas
Berpartisipasi secara aktif serta berkreasi sesuka hati dalam proses pembuatan celengan
09.10 – 10.00
3.
Penutup
-
Istirahat makan siang (kegiatan rutin sekolah)
10.00 – 10.15
Menjelaskan kembali manfaat-manfaat membuang sampah pada tempatnya, dan manfaat celengan
Memperhatikan Guru dengan Aktif
10.15 – 10.30
Foto Bersama
Membagikan Reward
Berbaris untuk Menerima Reward



VII. Video Dokumentasi





Kamis, 12 April 2012

Testimoni UTS

Menurut saya, ini kali ini sangat menarik, karena tidak seperti ujian yang lain dimana kita harus menghapal bahan-bahan yang tebalnya melebihi bantal. Ujian ini pun lebih menggali cara berpikir kita supaya lebih kritis dan tidak hanya menghapal teori saja, serta lebih kepada pengaplikasian dan penalaran kita sebagai mahasiswa.
Menurut saya juga, cara ujian seperti ini juga menekankan pada student centered. Pendekatan yang student centered adalah suatu kegiatan belajar di mana terjadi interaksi dinamis antara guru dan anak atau antara anak dengan anak lainnya. Pendekatan berpusat pada anak ini menekankan pada anak-anak yang menggali pengetahuannya sendiri. Begitu pula dengan metode ujian ini. Dalam soal-soal ujiannya saja membuat kita memikirkan dan menggali informasi lebih mendalam tentang apa yang sudah kita pelajari dan kita ketahui. Kita berusaha menjawab pertanyaan sambil berpikir kritis dan mencari-cari referensi dari pemikiran kita. Misalnya saja, ada soal yang meminta jelas pendapat anda berdasarkan teori. Hal ini juga membuat kita tidak asal menjawab suatu pertanyaan, tapi harus memperhatikan keakuratan dan kekritisan jawaban kita dan mencari teori-teori yang bisa mendukung.
Begitulah ujian online pertama ini.. Cukup mengesankan dan membuat kita tidak perlu kerepotan menghapal bahan-bahan pelajaran, tapi cukup dengan memahami saja apa yang kita pelajari, maka kita bisa menjawab soal-soal tersebut.

Selasa, 10 April 2012

UTS Paedagogi



Action Plan


Kelompok 4
Koordinator        :  Johan Wibawa               (101301042)
Anggota               :  Dwika Septian Ihsan    (091301013)
   Rizqy Chairiyah               (101301007)
   Vivian Felicia                   (101301043)
                                   Zukhrini Khalish N         (101301053)
                                   Dealovalia Hasibuan     (101301074)
                                   Putra Pratama                                (101301100)

Tema : Go Green
Topik : Memanfaatkan Barang Bekas
Perencanaan
A.      Pendahuluan

        Pada zaman sekarang ini, banyak orang kurang peduli terhadap lingkungannya. Mereka terbiasa membuang barang sekali pakai, contohnya setelah mengkonsumsi makanan ringan, kemasan pembungkusnya langsung dibuang begitu saja. Bila terus dibiarkan hal ini akan menjadi pencemaran lingkungan yang berdampak negatif terhadap diri mereka. Limbah dari bahan plastik merupakan limbah yang paling berbahaya, karena sulit dihancurkan dalam waktu singkat, jika ditanam akan sulit melebur, sedangkan jika  dibakar akan menghasilkan senyawa (X) yang sangat berbahaya. Selain plastik, banyak juga limbah yang mencemari lingkungan dan sulit diuraikan oleh bakteri, seperti kertas, kaleng bekas, logam, stearofoam dan sebagainya.
Mengingat banyaknya barang bekas yang sudah tidak terpakai dan hanya menjadi sampah, membuat kami tertarik untuk membahas topik ini. Selain mengurangi sampah, juga bisa menghasilkan barang yang berguna serta bernilai seni dan ekonomi. Memanfaatkan barang bekas, bukan hanya tugas orang dewasa, tetapi juga harus mulai diajarkan sejak dini. Anak – anak perlu memahami pentingnya menjaga lingkungan.
Dari latar belakang tersebut, kami merasa pelu membantu adik – adik usia dini untuk sama – sam`a menjaga lingkungan. Kegiatan  Micro Teaching  yang bertemakan “Go Green” dengan berfokus kepada pemanfaatan barang bekas yang akan dilaksanakan di Taman Kanak – Kanak Dharma Pancasila, Medan, diharapkan mampu memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentang pentingnya menjaga lingkungan.


Kamis, 05 April 2012

Observasi dan Perencanaan Mengajar

Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Melalui observasi, kita mengamati tingkah laku individu dan mencatat hal-hal penting mengenai individu tersebut. Dari hasil observasi kita akan memperoleh gambaran yang jelas tentang masalahnya dan mungkin petunjuk-petunjuk tentang cara pemecahannya. Jadi, jelas bahwa tujuan observasi adalah untuk memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan atau tempat penelitian.

Jelas sekali observasi ini diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari, termasuk dalam setting pendidikan. Misalnya saja, untuk mengetahui apa masalah-masalah yang dihadapi anak didiknya dalam kelas, guru perlu melakukan observasi langsung untuk mengetahui masalahnya. Jadi, melalui observasi, data-data mengenai masalah-masalah tersebut dikumpulkan hingga akhirnya guru tahu solusi apa yang tepat diterapkan.

Dalam kegiatan belajar mengajar, tentu saja seorang pendidik harus memiliki perencanaan dalam mengajar. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang bertujuan, sehingga harus direncanakan oleh guru berdasarkan pada kurikulum yang berlaku. Perencanaan pengajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi / materi pelajaran yang harus dipelajari, merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar / media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar. Fungsi perencanaan pengajaran adalah sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiatan belajar yang disusun secara sistematis dan sistemik. Perencanaan pengajaran harus berdasarkan pada pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan antara tujuan, materi, kegiatan belajar dan evaluasi.

Prinsip perencanaan pengajaran yang harus diperhatikan adalah:
  • Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kondisi siswa.
  • Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.
  • Perencanaan harus memperhitungkan waktu yang tersedia
  • Perencanaan pengajaran harus merupakan urutan kegiatan belajar – mengajar yang sistematis.
  • Perencanaan pengajaran bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja/tugas dan atau lembar observasi.
  • Perencanaan pengajaran harus bersifat fleksibel.

Oleh karena itu, tentu saja dalam menyusun perencanaan mengajarnya, seorang pendidik juga harus melakukan observasi terhadap anak didiknya. Pendidik harus mempertimbangkan bagaimana data yang didapatnya dari hasil observasi dengan kesesuaian kurikulum yang sudah berlaku dan memilih cara pengajaran yang terbaik berdasarkan data-data siswa di lapangan.


Referensi :

Minggu, 01 April 2012

AntiPaedagogi

Sejauh ini, kita sudah banyak membahas mengenai ilmu-ilmu paedagogi dan kegunaannya serta dinamikanya. Namun, menarik untuk melihat topik yang satu ini. ANTIPAEDAGOGI. Melihat dari rangkaian katanya saja, kata ini termasuk kontroversial karena mengandung kata “anti” dimana artinya adalah menolak atau lawan. Ini bisa berarti, tidak hanya ada yang setuju mengenai ilmu paedagogi ini, tetapi juga ada yang melawan atau tidak menyetujui ilmu dari paedagogi ini. Sebenarnya, apa arti dari antipaedagogi ini sendiri?