Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Melalui observasi, kita mengamati tingkah laku individu dan mencatat hal-hal penting mengenai individu tersebut. Dari hasil observasi kita akan memperoleh gambaran yang jelas tentang masalahnya dan mungkin petunjuk-petunjuk tentang cara pemecahannya. Jadi, jelas bahwa tujuan observasi adalah untuk memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan atau tempat penelitian.
Jelas sekali observasi ini diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari, termasuk dalam setting pendidikan. Misalnya saja, untuk mengetahui apa masalah-masalah yang dihadapi anak didiknya dalam kelas, guru perlu melakukan observasi langsung untuk mengetahui masalahnya. Jadi, melalui observasi, data-data mengenai masalah-masalah tersebut dikumpulkan hingga akhirnya guru tahu solusi apa yang tepat diterapkan.
Dalam kegiatan belajar mengajar, tentu saja seorang pendidik harus memiliki perencanaan dalam mengajar. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang bertujuan, sehingga harus direncanakan oleh guru berdasarkan pada kurikulum yang berlaku. Perencanaan pengajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi / materi pelajaran yang harus dipelajari, merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar / media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar. Fungsi perencanaan pengajaran adalah sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiatan belajar yang disusun secara sistematis dan sistemik. Perencanaan pengajaran harus berdasarkan pada pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan antara tujuan, materi, kegiatan belajar dan evaluasi.
Prinsip perencanaan pengajaran yang harus diperhatikan adalah:
- Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kondisi siswa.
- Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.
- Perencanaan harus memperhitungkan waktu yang tersedia
- Perencanaan pengajaran harus merupakan urutan kegiatan belajar – mengajar yang sistematis.
- Perencanaan pengajaran bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja/tugas dan atau lembar observasi.
- Perencanaan pengajaran harus bersifat fleksibel.
Oleh karena itu, tentu saja dalam menyusun perencanaan mengajarnya, seorang pendidik juga harus melakukan observasi terhadap anak didiknya. Pendidik harus mempertimbangkan bagaimana data yang didapatnya dari hasil observasi dengan kesesuaian kurikulum yang sudah berlaku dan memilih cara pengajaran yang terbaik berdasarkan data-data siswa di lapangan.
Referensi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar