Sejauh ini, kita sudah banyak membahas mengenai ilmu-ilmu paedagogi dan kegunaannya serta dinamikanya. Namun, menarik untuk melihat topik yang satu ini. ANTIPAEDAGOGI. Melihat dari rangkaian katanya saja, kata ini termasuk kontroversial karena mengandung kata “anti” dimana artinya adalah menolak atau lawan. Ini bisa berarti, tidak hanya ada yang setuju mengenai ilmu paedagogi ini, tetapi juga ada yang melawan atau tidak menyetujui ilmu dari paedagogi ini. Sebenarnya, apa arti dari antipaedagogi ini sendiri?
Meski sudah berusia sangat tua, ternyata paedagogi terus mengundang perdebatan. Sungguh sangat berbahaya sekali bagi sekolah-sekolah jika muncul kekuata-kekuatan luar yang memaksakan perubahan buruk didasarkan pada teori, riset, dan praktik tanpa melirik esensi paedagogi. Memang, cukup banyak pihak yang menepis pentingnya paedagogi, mulai dari praktisi hingga pejabat penting. Padahal paedagogi sangat diperlukan dalam rangka pembelajaran teoritis maupun praktis. Misalnya, bagaimana memilih strategi yang sesuai kebutuhan peserta didik, baik di sekolah formal maupun di lembaga pendidikan nonformal.
Misalnya saja, Menteri Pendidikan Amerika Serikat pada Juni 2002, telah mempertanyakan pentingnya paedagogi pembelajaran bagi guru. Menurutnya, apa yang paling dibutuhkan oleh guru adalah pemahaman yang lebih tentang apa yang mereka akan ajarkan, bagaimana memantau kemajuan siswa, dan bagaimana membantu siswa yang jauh di belakang. Dia tidak terlalu mementingkan dimensi paedagogi, karena baginya penguasaan materilah yang paling esensial.
Implikasi pernyataan ini tentu mengerikan, karena kurangnya perhatian pada paedagogi. Padahal, banyaknya anak yang putus sekolah dan berperilaku menyimpang sebagian disumbang oleh kesalahan paedagogi itu. Kurangnya apresiasi pada paedagogi juga telah menyebabkan teknologi baru gagal untuk mewujudkan potensi mereka di banyak ruang kelas di seluruh negeri.
Konten paedagogi mengacu pada ketrampilan paedagogi (pengajaran) yang guru gunakan untuk menanamkan pengetahuan khusus atau isi kurikulum kepada siswa. Guru yang efektif menampilkan berbagai ketrampilan dan kemampuan yang mengarah untuk menciptakan lingkungan belajar di mana semua siswa merasa nyaman dan yakin akan dapat berhasil baik secara akademis dan pribadi. Kombinasi antara ketrampilan dan kemampuan yang terintegrasi dalam standar pengajaran profesional yang juga mencakup pengetahuan penting, kecenderungan, dan komitmen yang memungkinkan pendidik untuk berlatih pada tingkat tinggi.
Kegagalan banyak negara mendanai pengembangan profesional sebagian disebabkan karena mengabaikan pentingnya paedagogi. Pengabaian pada paedagogi juga telah menyebabkan banyak sekolah hanya menemukan sedikit keuntungan atas investasi teknologi baru untuk keperluan pengajaran dan pembelajaran, Serangkaian laporan telah mengidentifikasi kekurangan yang parah dari pengembangan profesional guru sebagai penyebab utama hasil yang mengecewakan atas aplikasi teknologi dan pelatihan perangkat lunak dengan mengabaikan paedagogi. Meskipun pendanaan negarauntuk teknologi yang berhubungan dengan pengembangan staf masih rendah, guru-guru diseluruh negeri mengatakan bahwa adalah tepat apa yang mereka butuhkan.
Referensi :
- Danim, Sudarwan. (2010). Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi., Bandung: Alfabeta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar