Pernahkah Anda mendengar bimbingan karir? Kalau belum pernah, Anda sama seperti saya sehari yang lalu. Kalau boleh jujur, saya baru pertama kali mendengar istilah bimbingan karir ketika saya membaca buku Sudkaji. Nah, sebenarnya apa sih bimbingan karir itu? Apakah bimbingan karir itu memang penting sepenting halnya pendidikan formal? Untuk apa sih di adakan bimbingan karir itu?
Nah, menurut buku Sukadji, bimbingan karir adalah istilah umum yang mencakup berbagai intervensi yang bertujuan membantu anak-anak, terutama anak sekolah lanjutan, agar lebih terbuka matanya terhadap dunia kerja. Sedangkan menurut Winkel (2005:114), bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang akan dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.
Bimbingan karir juga merupakan suatu proses membentuk seseorang untuk mengeti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerja itu untuk akhirnya dapat memilih bidang pekerjaan, memasukinya dan membina karir dalam bidang tersebut (Natawidjaja, 1991). Apabila informasi tentang karir dan profesi sudah dipahami sejak dini, maka siswa akan memiliki kenyakinan dalam memilih program studi dan Perguruan Tinggi sehingga tidak lagi terjadi kebingungan atau salah memilih jurusan karena bekal dan referensi yang cukup sudah didapat sejak dini.
Bimbingan Karir di Sekolah
Secara umum, tujuan diselenggarakannya Bimbingan Karier di Sekolah ialah membantu siswa dalam pemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam pengambilan keputusan, perencanaan, dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya.
Tujuan khusus dari diselenggarakannya bimbingan karier adalah:
1. Meningkatkan pemahaman diri siswa.
2. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dunia kerja.
3. Membina sikap yang serasi terhadap partisipasi dalam dunia kerja dan usaha dalam mempersiapkan diri dari suatu jabatan.
4. Meningkatkan kemahiran berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan dan melaksanakan keputusan itu.
5. Mengembangkan nilai-nilai sehubungan dengan gaya hidup yang dicita-citakan, termasuk jabatan.
6. Menopang kemampuan berkomusikasi dan bekerja sama
Fungsi bimbingan karir di sekolah:
1. Memberikan kemantapan pemilihan jurusan pada siswa, karena penjurusan akan mempersiapkan siswa dalam bidang pekerjaan yang diinginkan kelak.
2. Memberikan bekal pada siswa yang tidak melanjutkan sekolah untuk dapat siap kerja sesuai dengan keinginannya.
3. Membantu kemandirian siswa yang ingin maupun harus belajar sendiri sambil bekerja.
Referensi :
- Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok: Lembaga Pengambangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
- Scrib.com - bimbingan karir
- Layanan bimbingan karir


Tidak ada komentar:
Posting Komentar