Quotes of the day

"kebahagian tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh"--Mohandas Gandhi

"Do what you love, Love what you do, and make what you do for the good of the many, for the happines for the many,..."
"Lima tahun dari sekarang anda akan tetap sama seperti hari ini, kecuali 2 hal : buku yang Anda baca dan orang-orang disekitar Anda " --Charles Jones

Senin, 12 Maret 2012

Paedagogi Dalam Paradigma Belajar

Belajar. Apa sih belajar itu? Secara umum, kita tahu belajar adalah suatu proses atau cara kita untuk untuk mendapatkan suatu pengetahuan. Dalam belajar, masing-masing orang memiliki pandangannya sendiri. Demikian juga strategi yang diterapkan guru dalam mengajari sesuatu.

Kata paedagogi sendiri diturunkan dari bahasa latin yang bermakna mengajari anak. Namun, secara luas, paedagogi dapat juga merujuk pada strategi pembelajaran, dengan titik tekan pada gaya guru dalam mengajar. Secara umum, pada postingan kali ini kita akan membahas lebih kepada konsep paedagogi yang merujuk pada strategi pembelajaran.

Pembelajaran berasal dari kata ajar. Kata ajar bermakna memberi petunjuk atau menyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan, dan sejenisnya kepada subjek tertentu untuk diketahui dan dipahami. Mengajar bermakna tindakan seseorang atau tim dalam memberi petunjuk atau menyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan dan sejenisnya kepada subjek didik tertentu agar mereka mengetahui dan memahaminya sesuai dengan tujuan yang dihendaki. Mengajar biasanya dilakukan oleh seorang guru didalam kelas kepada anak didiknya. Pengajaran didefinisikan sebagai interaksi guru dan siswa dalam rangka mengelaborasi bahan ajar dengan dukungan kemampuan pengelolaan kelas yang baik untuk mencapai tujuan tertentu yang berupa hasil belajar siswa. Interaksi antara guru dan siswa itulah yang disebut sebagai proses pembelajaran.

Paradigma adalah kumpulan tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang sebagai titik tolak pandangannya sehingga akan membentuk citra subjektif seseorang – mengenai realita – dan akhirnya akan menentukan bagaimana seseorang menanggapi realita itu. Suatu paradigma dapat dipandang sebagai seperangkat kepercayaan dasar (atau yang berada di balik fisik yaitu metafisik) yang bersifat pokok atau prinsip utama. Intinya adalah, paradigma adalah satu model dalam teori ilmu pengetahuan atau kerangka pikir. Kalau digabungkan artinya, paradigma belajar bisa berarti suatu pandangan atau kerangka pikir mengenai cara seseorang belajar atau memperoleh pengetahuan.

Setiap strategi pembelajaran yang diterapkan guru didasari pada paradigma yang berbeda mengenai cara siswa belajar. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa pembelajaran yang lebih akan terjadi ketika guru mulai mendapatkan pemahaman yang prima tentang bagaimana kegiatan belajar terjadi. Guru akan menjadi lebih efektif bila dia secara sadar memilih untuk menggunakan strategi mengajar yang baik, memperluas peebendaharaan strategi, dan ahli dalam menggunakan strategi tersebut.

Ada lima Strategi mengajar yang baik, yaitu:


  1. Strategi 1: Pelatihan dan pelatihan lanjut, yaitu mengembangkan keterampilan dasar dan lanjutan dengan tujuan yang jelas, melaksanakan pembelajaran dengan langkah-langkah tertentu, dan memperkuat setiap kemajuan. Strategi ini didasari oleh hasil temuan psikologi perilaku.
  2. Strategi 2: Ceramah dan menjelaskan, yaitu menyajikan informasi dengan cara yang dapat dipahami, mudah diproses, dan diingat. Strategi ini didasari oleh hasil temuan psikologi kognitif.
  3. Strategi 3: Mencari dan menemukan, yaitu pembelajaran keterampilan berpikir, pemecahan masalah, dan kreativitas melalui penyelidikan dan penemuan. Strategi ini didasari oleh hasil temuan tentang proses berpikir dan penelitian psikologis pada penalaran dan kreativitas.
  4. Strategi 4: Kelompok dan tim, yaitu berbagi informasi, bekerja secara kooperatif pada pembelajaran proyek, serta mengeksplorasi sikap, pendapat, dan keyakinan melalui proses kelompok. Strategi ini didasari oleh temuan tentang komunikasi kelompok dan tim.
  5. Strategi 5: Pengalaman dan refleksi, yaitu mengaktifkan siswa untuk merefleksikan pembelajaran yang terjadi di lingkungan kerja, magang, studi wisata, atau kegiatan di luar ruangan. Strategi ini didasari oleh hasil temuan teori belajar holistik dan teori-teori konseling yang memfasilitasi wawasan dan pemahaman diri.

Kelima strategi diatas dapat digunakan dengan materi pelajaran dalam setting apapun dan di segala kelompok usia siswa. Selebihnya bagaimana cara guru menggunakan strategi tersebut tergantung pada pelatihan, kesabaran dan kerja keras. 


Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar