Quotes of the day

"kebahagian tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh"--Mohandas Gandhi

"Do what you love, Love what you do, and make what you do for the good of the many, for the happines for the many,..."
"Lima tahun dari sekarang anda akan tetap sama seperti hari ini, kecuali 2 hal : buku yang Anda baca dan orang-orang disekitar Anda " --Charles Jones

Sabtu, 10 Maret 2012

Seni dan Ilmu Mengajar dalam Pertemua Kedua Mata Kuliah Paedagogi

Pada minggu ini, mata kuliah paedagogi telah memasuki pertemuan kedua dengan topik seni dan ilmu mengajar. Adapun hal-hal diajarkan dalam kelas bukanlah teori mengenai seni dan ilmu mengajar, tapi mungkin lebih kepada praktek yang diterapkan langsung oleh dosen pengampu.


Mengajar merupakan seni dan ilmu mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dan dengan menggunakan media tertentu. Ilmu mengajar bisa dipelajari dimana pun, kapan pun, dan oleh siapapun, baik individual, kelompok ataupun lembaga. Pembelajaran merupakan aktivitas membantu, sebuah seni yang bersifat rendah hati. Guru yang tidak menghasilkan pengetahuan atau ide-ide akan menjadi pasif atau tampil dengan pikiran hampa. Guru haruslah memberikan sebuah pengetahuan kepada anak didiknya. Cara guru memandu dan metode kerjanya membuat siswa lebih mudah belajar dan efektif. Inilah yang disebut seni mengajar.

Banyak orang yang mengatakan mengajar adalah ilmu. Bagi mereka, kegiatan mengajar harus berbasis dan dipandu oleh ilmu. Mereka menekankan aspek ilmiah dan kegiatan pengajaran dan berfokus pada cara-cara melakukan komunikasi antara guru dan siswa. Selain itu, banyak juga orang yang mengatakan bahwa belajar adalah seni. Mereka berpendapat bahwa mengajar sebenarnya melibatkan intuisi, improvisasi, dan ekspresi. Efektivitas mengajar tergantung pada kreativitas, penilaian yang baik, dan wawasan tingkat tinggi. Namun, sebaiknya dalam mengajar, guru mengkombinasikan dimensi ilmu dan seni, dan proses belajar dalam kelas mengalir secara alami.

Dalam kegiatan perkuliahan pertemuan kedua, adapun dosen pengampu menuntun kita untuk memperoleh suatu pengetahuan yang baru lagi, bukan sekedar teori-teori saja. Misalnya, kita diperkenalkan pada EditGrid, dan diminta untuk membuat akun dalam website tersebut. Namun, terjadi beberapa kendala, koneksi sehingga akhirnya kita tidak dapat mengenal lebih jauh mengenai EditGrid tersebut. Tujuan pengenalan terhadap EditGrid pastilah memiliki arti dalam membantu proses belajar kita sebagai mahasiswa.

Adapun proses pengenalan kita terhadap sesuatu yang baru ini hampir dikatakan berhubungan erat dengan paedagogi. Paedagogi selalu dikatakan sebagai seni mendidik dan mengajar anak-anak. Sering dikatakan bahwa pendidikan untuk anak-anak adalah paedagogi, dan pendidikan orang dewasa adalah andragogi. Namun, istilah ini tidak bisa kita katakan selalu mengacu pada usia. Misalnya saja, label dewasa tidak bisa kita katakan orang berusia diatas 20 tahun atau sebagainya, tapi lebih kepada sosok kematangan psikologis siswa atau peserta didik. Demikian juga dengan paedagogi.

Dalam proses pembelajaran dikelas, bisa dikatakan mahasiswa bertindak sebagai "anak-anak" disini. Menurut saya sendiri, kenapa kita bisa dikatakan sebagai anak-anak, karena proses belajar kita dalam kelas ini kita lebih bertindak pasif dan sepenuhnya menunggu instruksi dari dosen. Selain itu, dalam pembelajaran dikelas, dalam memperkenalkan EditGrid kepada kita, kebanyakan dari kita masih "buta" mengenai apa itu. Disini, bisa dikatakan pengetahuan kita masih setara dengan anak-anak mengenai EditGrid. Jadi, dalam proses mengajar dikelas, dosen mengajarkan kita sesuatu yang baru. Disini, dosen sepenuhnya membimbing kita dan memberikan kita pengetahuan mengenai sesuatu yang baru.



Referensi:
Danim, Sudarwan. & Khairil, H. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Alfabeta. Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar