Ternyata, ilmu paedagogi bukanlah suatu ilmu yang baru di dalam dunia pendidikan. Pembahasan mengenai paedagogi sudah berlangsung nyaris sama tuanya dengan peradaban pendidikan dan pembelajaran. Lalu, bagaimanakah paedagogi zaman dengan paedagogi pada zaman sekarang ini? Apakah ilmu paedagogi masih sama dari dulu hingga sekarang?
Paedagogi sekarang tidak hanya mengenai seni dan ilmu mengajar, melainkan juga mendorong orang untuk melakukan redesain dan pemahaman ulang atas bagaimana menggunakannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kemajuan zaman. Diskusi mengenai paedagogi memang memunculkan pertaruhan. Paedagogi yang abstrak itu harus mampu menjelmakan sesuatu menjadi sesuatu yang konkret. Paedagogi tidak hanya sekadar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya. Pemikiran inilah yang kemudian melahirkan apa yang juga disebut sebagai paedagogi praktis.
Paedagogi Formal dan Paedagogi Vernacular
Sebagai ilmu atau teori dan seni atau praktik mengajar, paedagogi termasuk dalam kategori “pengetahuan paedagogi formal” yang bermakna paedagogi teoritis atau ilmiah dan “pengetahuan paedagogi vernacular” yang merupakan kata lain dari paedagogi praktis.
Paedagogi formal merupakan upaya mengembangkan prinsip-prinsip dan teori-teori paedagogi yang efektif melalui penelitian yang sistematis, lebih abstrak dan lebih umum dari paedagogi vernacular. Paedagogi formal atau teoritis didukung oleh pengalaman dasar yang kuat, istimewa, dan dibangun atas fondasi kajian empiric selama proses mengajar dan belajar.
Menurut Carpenter (2001) ada dua fungsi penelitian paedagogis.
- Untuk menghasilkan pengetahuan baru tentang pengajaran dan pembelajaran. Temuan pada dasarnya bersifat nonlinear. Tujuan yang pertama ini melahirkan paedagogi teoritis. Hasil penelitian dari universitas, lembaga penelitian, dan bahkan pengalaman praktis guru serta refleksi atas paedagogi efektif merupakan sumber kemajuan dalam paedagogi ilmiah.
- Untuk memungkinkan guru atau pendidik memahami, menjelaskan, membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi paedagogi. Tujuan ini melahirkan paedagogi praktis.
Praktik paedagogi yang baik harus didasari oleh teori paedagogi yang sudah teruji. Jembatan antara paedagogi ilmiah dan paedagogi praktis juga meningkat melalui penggunaan penelitian. Bagi guru-guru, kekuatan paedagogi ilmiah adalah membuat pembelajaran semakin praktis dilihat dari prisma konsep teoritis. Karena memang, teori merupakan sesuatu yang paling praktis.
- Danim, Sudarwan. (2010). Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi., Bandung: Alfabeta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar