Menurut saya, ini kali ini sangat menarik, karena tidak seperti ujian yang lain dimana kita harus menghapal bahan-bahan yang tebalnya melebihi bantal. Ujian ini pun lebih menggali cara berpikir kita supaya lebih kritis dan tidak hanya menghapal teori saja, serta lebih kepada pengaplikasian dan penalaran kita sebagai mahasiswa.
Menurut saya juga, cara ujian seperti ini juga menekankan pada student centered. Pendekatan yang student centered adalah suatu
kegiatan belajar di mana terjadi interaksi dinamis antara guru dan anak atau
antara anak dengan anak lainnya. Pendekatan berpusat pada anak ini menekankan pada anak-anak yang menggali pengetahuannya sendiri. Begitu pula dengan metode ujian ini. Dalam soal-soal ujiannya saja membuat kita memikirkan dan menggali informasi lebih mendalam tentang apa yang sudah kita pelajari dan kita ketahui. Kita berusaha menjawab pertanyaan sambil berpikir kritis dan mencari-cari referensi dari pemikiran kita. Misalnya saja, ada soal yang meminta jelas pendapat anda berdasarkan teori. Hal ini juga membuat kita tidak asal menjawab suatu pertanyaan, tapi harus memperhatikan keakuratan dan kekritisan jawaban kita dan mencari teori-teori yang bisa mendukung.
Begitulah ujian online pertama ini.. Cukup mengesankan dan membuat kita tidak perlu kerepotan menghapal bahan-bahan pelajaran, tapi cukup dengan memahami saja apa yang kita pelajari, maka kita bisa menjawab soal-soal tersebut.
...sering kali pelajar terjebak pada problem 'menghafal'....walau hal tersebut tak mungkin diabaikan. sesungguhnya ketika kita baru sampai pada kesadaran bahwa suatu evaluasi hanya berdasarkan menghafal, proses belajar kita masih jauh dari yang sesungguhnya mampu dilakukan oleh sistem kerja otak :)
BalasHapusVivian, temukan cara belajar yang paling optimal tentunya bukan hanya dengan mengandalkan kemampuan menghafal :)